Terjaring OTT KPK, Bupati Langkat Akan Dibawa ke Jakarta

News466 Dilihat

GLOBALMEDAN.COM – Jakarta – Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin bersama 6 orang lainnnya, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Langkat, Selasa (18/1/2022) malam.

“Ketujuh orang yang ditangkap di Kab Langkat Sumatera Utara segera dibawa menuju Gedung Merah Putih Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh tim KPK,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Rabu (19/1/2022).

Ali mengatakan tujuh orang itu di antaranya pejabat ASN serta pihak swasta. Dia menyebut KPK akan terus menginformasikan perkembangan ini.

“Di antaranya adalah pejabat dan ASN Pemkab langkat serta pihak swasta,” katanya.

Sebelumnya, operasi tangkap tangan (OTT) yang dilancarkan KPK menjerat Bupati Langkat, Sumatera Utara (Sumut), Terbit Rencana Perangin Angin. Dia diduga terlibat transaksi suap.

OTT itu disebut dilakukan pada Selasa, 18 Januari 2022. Para pihak yang ditangkap itu masih berstatus sebagai terperiksa. KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum mereka.

“Saat ini tim KPK segera melakukan permintaan keterangan dan klarifikasi kepada pihak-pihak yang diamankan. Pemeriksaan dan klarifikasi dilakukan tentu agar dapat disimpulkan apakah dari bukti awal yang ada benar adanya peristiwa pidana korupsi. Kemudian juga apakah ditemukan pihak yang bisa dipertanggungjawabkan secara hukum ataukah tidak,” kata Ali.

Diperiksa di Polres Binjai

Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin menjalani pemeriksaan Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Satreskrim Polres Binjai, Rabu (19/1/2022) sore.

Seusai penggeledahan rumahnya di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Tertib Rencana tiba di Markas Polres Binjai sekira pukul 15.30 WIB. Beberapa penyidik KPK tampak menggiringnya.

Tiba dengan Pajero Sport Putih BK 1457 PD, Terbit mengenakan baju kaos dan celana pendek hitam. Kakinya juga hanya beralaskan sandal jepit. Empat penyidik KPK yang menggeledah rumah pribadi Terbit Rencana juga ikut menggiring.

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

Hampir satu jam lebih hingga pukul 16.57 WIB, pria dengan sapaan akrab Cana itu belum terlihat keluar dari Gedung Satreskrim Polres Binjai. Ia masih menjalani pemeriksaan terkait OTT dugaan gratifikasi fee proyek di Kabupaten Langkat.

Selain Bupati Langkat, ada empat orang lainnya yang ikut terjaring OTT. Dua di antaranya pejabat Pemkab Langkat, dua lagi orang dekat Bupati dan pemborong proyek.

Sebelum memeriksa Bupati Langkat, Tim KPK lebih dulu menggeledah kediaman politisi Golkar tersebut. “Rumah (Bupati Langkat) digeledah, Bang,” kata warga.

Lebih dari empat jam, Rabu (19/1/2022), penyidik KPK menggeledah rumah pribadi Bupati Langkat, Tertib Rencana Peranginangin.

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, kediaman pribadi lelaki dengan sapaan akrab Cana tersebut berada di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Penggeledahan sendiri bermula sekira pukul 10.30 WIB.

“Sekitar jam setengah sebelas tadi kayaknya,” jelas Edy, salah seorang pria di lokasi, yang mengaku menyaksikan sedari awal petugas KPK datang dengan pengawalan Brimob Polri.

Penggeledahan berakhir sekitar pukul 14.42 WIB. Empat petugas KPK keluar dari kediaman orang nomor satu di Langkat itu.

Map dan sebuah tas mereka bawa dari kediaman Terbit Rencana. Tim KPK pergi meninggalkan lokasi dengan Avanza hitam. Puluhan personel Brimob yang sedari awal melakukan pengawalan, turut menyertai kepergian petugas KPK.

Sepeninggal petugas KPK, pintu gerbang rumah kembali tertutup rapat. Dari luar, situasi rumah tampak lengang. Lampu-lampu teras rumah pun terlihat masih menyala.

Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron mengonfirmasi adanya OTT di Kabupaten Langkat yang berhasil menjaring sejumlah pejabat. “Benar, KPK melakukan giat tangkap tangan di Langkat,” katanya via layanan WhatsApp.

Namun demikian, Ghufron masih enggan menyampaikan secara detail kasus ini. Dirinya hanya menyebut hingga kini KPK masih melakukan pemeriksaan intensif sejumlah pihak. (dc/ad)