Terapkan E-Katalog, Bobby Nasution Berhasil Tingkatkan Pendapatan UMKM di Masa Pandemi

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN – Sejumlah upaya dilakukan Wali Kota Medan Bobby Nasution untuk mengembangkan UMKM yang sangat terdampak dengan pandemi Covid-19. Selain melakukan pembinaan bisnis, adopsi teknologi juga dilakukan. Tidak hanya mengajak pelaku UMKM untuk melek teknologi, orang nomor satu di Pemko Medan ini juga membantu memasarkan produk mereka dengan memasukkannya dalam E-Katalog . Artinya, Pemko Medan kini menjadi market place  untuk penyediaan makan minum yang penyedianya adalah pelaku UMKM.

“Salah satu terobosan yang dilakukan Pemko Medan  untuk  membangkitkan dan memajukan UMKM dengan mengajak mereka masuk kedalam E-Katalog Pemko Medan. Terobosan ini dilakukan untuk membantu para pelaku UMKM yang terdampak pandemi Covid-19.  Pemko Medan menjadi market bagi pelaku UMKM yang tergabung di E-Katalog tersebut,” kata Bobby Nasution

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

Terobosan yang dilakukan Bobby Nasution langsung mendapat apresiasi dari pelaku UMKM. Sejak pandemi Covid-19 yang terjadi sejak dua tahun lalu, penghasilan mereka  merosot drastis akibat melemahnya daya beli masyarakat. Di samping itu pelaku UMKM juga sangat kesulitan untuk memasarkan produknya. Dengan masuk dalam E-Katalog Pemko Medan, pelaku UMKM, terutama yang bergerak di sektor makanan dan minuman kini telah memiliki pasar baru.

Pelaku UMKM yang terdaftar dalam E-Katalog kini mulai merasakan kebijakan yang dilakukan menantu Presiden Joko Widodo tersebut. Salah satunya Sri Susiani, owner Dapur Reuni, ia mengaku persoalan pasar yang selama ini menjadi salah satu kendala utama bagi pelaku UMKM untuk bangkit mulai teratasi. Perlahan penghasilan pun mulai meningkat sehingga para pelaku UMKM semakin termotivasi untuk meningkatkan produknya.

“Langkah yang dilakukan Pak Wali Kota ini sudah tepat dan kita angkat jempol dengan menjadikan Pemko Medan sebagai pasar bagi pelaku UMKM melalui E-Katalog Pemko Medan.  Kebijakan beliau ini sangat membantu kami. Saya pun akan membantu teman-teman UMKM untuk berdiri bersama dalam satu bendera di Dapur Reuni. Apalagi kita dulu pernah sama-sama merintis usaha di Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan,” ungkap Sri.

Dijelaskan Sri, ia bergabung dengan E-Katalog Pemko Medan mewakili pelaku UMKM yang ada di Kota Medan. Dengan adanya E-Katalog, jelasnya,  sangat membantu perekonomian dari rekan-rekan pelaku UMKM yang mendampinginya.  Termasuk, membantu ibu rumah tangga yang selama ini tidak memiliki penghasilan di sekitar tempat tinggalnya kini telah memiliki penghasilan guna membantu ekonomi keluarganya.

“Setelah masuk ke E-Katalog, alhamdulillah, kami tetap bisa berjualan meskipun pandemi Covid-19 masih berlangsung. Apalagi kemarin ada kegiatan PPKM, omset kami jadi meningkat. Teman-teman bersyukur bahwa E-Katalog ini sangat membantu perekonomian para pelaku UMKM. Kalau dulu kita mungkin jualannya sedikit-sedikit, sekarang jauh lebih banyak. Omset kita naik lebih dri 50 persen,” paparnya seraya menjelaskan, selain beranekaragam kue, Dapur Reuni kini telah menyediakan nasi kotak.(rizky)

Recent Posts