Sumut Kekurangan 3.142 Penyuluh Pertanian

Medan – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melaporkan kepada pemerintah pusat bahwa wilayah itu mengalami kekurangan sekitar 3.142 tenaga penyuluh pertanian yang tersebar di 33 kabupaten/kota.

Penjabat Gubernur Sumatera Utara Agus Fatoni menyebut jumlah penyuluh pertanian di provinsi yang dipimpinnya tercatat sekitar 2.971 orang atau tidak sebanding dengan jumlah desa sebanyak 6.113 desa.

“Jumlah penyuluh di wilayah ini sebanyak 2.971 orang. Sedangkan di Sumut ada 6.113 desa. Artinya memiliki kekurangan 3.142 orang tenaga penyuluh,”ujar Agus Fatoni, di Medan, Rabu.

Dia menjelaskan berdasarkan Undang-Undang No. 19 Tahun 2023 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, Penyedia Penyuluh paling sedikit satu orang dalam satu desa.

Agus Fatoni menegaskan kekurangan penyuluh pertanian itu telah disampaikan Ke Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan pada Rapat Koordinasi Bidang Pangan Sumatera Utara yang dilaksanakan di Medan, Selasa (21/1).

“Kendala dan permasalahan yang dihadapi, ketersediaan penyuluh pertanian masih terbatas sehingga satu penyuluh menangani sejumlah desa,” sebut dia.

Selain itu, kata dia, dasar hukum yang juga belum mendukung pelaksanaan penguatan kelembagaan penyuluhan, pelaksanaan pembinaan kelembagaan penyuluh pertanian yang tidak seragam di setiap daerah juga menjadi kendala permasalahan yang dihadapi.

Lalu, lanjutnya, penyuluh bersifat polyvalen yang artinya penyuluh menangani beberapa bidang sub-bidang pertanian yang meliputi tanaman pangan, hortikultura, peternakan, perkebunan dan perikanan sehingga penyuluh tidak spesifik pada satu keahlian yang mendalam.

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

Dalam hal itu, Agus Fatoni mengharapkan solusi yang dibutuhkan seperti penguatan regulasi yang mendukung pendayagunaan penyuluh pertanian secara nasional. penambahan tenaga penyuluh baik penyuluh ASN, swadaya, swasta & THL-TBPPD.

Selanjutnya, meningkatkan dukungan sarana prasarana pembelajaran bagi penyuluh dan petani melalui berbagai media, serta membangun sinergi dan kolaborasi program kerja dan kebijakan antar Kementerian/Lembaga baik di tingkat Pemerintahan Pusat dan Daerah terkait pembinaan penyuluh.

“Kami juga melaporkan terkait ketahanan pangan yang ada di wilayah ini,” ujarnya.

Pada rapat koordinasi yang dihadiri seluruh pemerintah daerah di wilayah ini, Menko Pangan Zulkifli Hasan menyerap aspirasi dari seluruh pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota di wilayah itu.

Menko Pangan menjelaskan persoalan dihadapi pemerintah daerah akan segera dibahas agar ketahanan pangan di Indonesia dapat berjalan maksimal sehingga mempercepat dalam mewujudkan kebijakan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk swasembada pangan.

“Swasembada pangan menjadi top prioritas yang harus harus menjadi visi dan visi kita bersama,” ujar Menko Pangan dikutip dari Antara. (red/ant)

Recent Posts