MEDAN – Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (Aptisi) Sumut dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I semarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Republik Indonesia dengan berbagai kegiatan.
Puncak kegiatan diisi dengan jalan santai yang diikuti sekira seribuan peserta dari halaman kantor LLDikti Wilayah I Jalan Sempurna Tanjung Sari Medan, Selasa (15/8).
Pada jalan santai tersebut melibatkan dosen, mahasiswa, dan juga tenaga pendidik serta pimpinan berbagai Perguruan Tinggi Swasta di lingkungan LLDikti Wilayah I.
Hadir pada acara itu Ketua Aptisi Sumut Dr H Muhammad Isa Indrawan SE MM, Ketua STIKes Mitra Husada Medan Dr Siti Nurmawan Sinaga SKM MKes, Sekretaris Yayasan Dharmawangsa Medan Hj Farida Nasution dan sejumlah pimpinan PTS lainnya.
Selain jalan santai, rangkaian kegiatan juga diisi dengan lomba badminton, senam kebugaran, donor darah, pemeriksaan mata, pemeriksaan kesehatan mencangkup kadar gula darah, kolesterol, asam urat, dan tekanan darah (tensi).
Ketua Aptisi Sumut Dr H Muhammad Isa Indrawan menyebut rangkaian kegiatan untuk menyemarakkan HUT RI ini bernilai positif.
Isa yang juga rektor Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) ini mengakui, tidak semua pimpinan perguruan tinggi saling mengenal.Jadi
melalui kegiatan tersebut sebagai ajang silaturahmi.
Menurutnya, dengan adanya kegiatan ini bisa menyatukan visi perguruan tinggi di Sumut untuk bersama-sama mendukung program yang telah digariskan.
Memeriahkan Hut kemerdekaan RI 2023 ini, Aptisi mengundang seluruh perguruan tinggi swasta di Sumut untuk mengikuti berbagau rangkaian acara ini.
Isa mengatakan, perguruan tinggi ikut dalam kegiatan itu juga berpartisipasi dalam menyediakan beragam hadiah menarik untuk lucky draw memeriahkan HUT ke-78 RI.
Di usia 78 tahun ini, kata Isa, Indonesia membutuhkan sumber daya (SDM) yang unggul. Untuk mencapai SDM unggul itu tidak cukup hanya peran dari satu perguruan tinggi.
Sebagai Ketua Aptisi, Isa berharap dengan adanya LLDikti Wilayah I dapat menjembatani komunikasi kemitraan antara perguruan tinggi.
“Itu supaya perguruan tinggi dapat mengimplementasikan apa yang telah menjadi roadmap ataupun masterplan yang telah dicanangkan pemerintah untuk menuju kepada bonus demografi nantinya,” tuturnya.
Isa menegaskan, saat ini status perguruan tinggi swasta dan perguruan tinggi negeri itu tidak ada bedanya. Baik dengan status, akreditasi dan perlakuan pemerintah kepada PTS dan PTN itu sama.
“Percayalah bahwa perguruan tinggi swasta juga banyak memberikan kontribusi terhadap pembangunan yang ada,” ucapnya.
Ia pun mengingatkan para pimpinan perguruan tinggi di Sumatera Utara bahwa yang menjadi tantangan terbesar bukan antar PTS di Sumut, melainkan masuknya perguruan tinggi yang di luar wilayah provinsi ini, baik nasional maupun internasional.
“Untuk itu diperlukan kebersamaan. Kalau kita bersama-sama, bisa menjadi satu kekuatan menjadi perguruan tinggi swasta yang mandiri di Sumatera Utara,” ujarnya.
Disebutkannya, saat ini terdapat sekira 200-an PTS yang ada di Sumut. Dengan bertumbuhnya kampus hal itu menjadi pilihan masyarakat.
Karena itu, katanya suatu keharusan bagi perguruan tinggi untuk berbenah diri menjadi tempat para masyarakat menimba ilmu.
“Tingkat persaingan ini sekarang memang sangat terbuka dan ditentukan kualitas. Saya pikir ini wajar karena masyarakat juga membutuhkan pola pembelajaran sistem pendidikan yang menjamin kesejahteraan ataupun masa depan mereka,” pungkasnya.
Kepala LLDikti Wilayah I Prof Saiful Anwar Matondang PhD menuturkan, sesuai tema HUT ke-78 RI tahun ini, Terus Melaju untuk Indonesia Maju, ia juga berharap pendidikan di Sumut dapat berkontribusi memajukan negeri ini.
“Untuk kemajuan Indonesia dalam segala bidang khususnya pendidikan tinggi, kita harus meningkatkan kualitas, baik itu perguruan tingginya, prodi maupun dosennya. Peran dunia pendidikan tinggi juga mewarnai pembangunan Indonesia,” tuturnya.
Dijelaskannya, pendidikan tinggi berperan menyuplai tenaga ahli dan terampil. Sebagai pendidik kepada anak bangsa, perguruan tinggi juga berperan mengisi pekerjaan ke depan, termasuk kepemimpinan 20 tahun ke depan.
“Apalagi 2045 itu adalah tahun Indonesia emas. Tidak hanya dibutuhkan kemampuan retorika, tapi juga kemampuan menghadapi globalisasi yang semakin hari semakin kencang masuk ke Republik Indonesia,” tukasnya.
Kegiatan berlangsung semarak dan penuh antusiasme dari para peserta di berbagai PTS Sumut itu juga dimeriahkan dengan penampilan musik dan nyanyian dari tim Universitas Panca Budi Medan.
Selain itu juga acara semakin semarak dengan doorprize bertabur hadiah menarik yang diserahkan Dr Siti Nurmawan yang juga bendahara Aptisi Sumut. ( ima)