Sambut Ramadan, FKG  USU Bersama Pepsodent Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut bagi 1000 Santri

MEDAN– Menjaga kesehatan dan kebersihan gigi  dan mulut adalah hal yang penting dilakukan, terutama pada saat berpuasa karena adanya perubahan dalam pola makan.

Hal itu diungkapkan Direktur Pesantren Darul Arafah H. Romi Syafrizal Lc pada kegiatan program edukasi  bertajuk “Senyum Sehat Indonesia Menyambut Ramadhan 1445 H” di FKG RSGM Universitas Sumatera Utara( USU) Medan.

“Saat berpuasa kita harus menyiapkan sepenuhnya fisik dan rohani untuk beribadah,  termasuk menjaga kesehatan gigi dan mulut,” katanya.

Dijelaskannya, jika sakit gigi akan sangat menyusahkan untuk menjalankan ibadah puasa. Melalui program ini sangat bermanfaat bagi para santri karena mendapat edukasi dan perawatan gigi dan mulut.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi FKG RSGM USU bersama  Unilever Indonesia melalui brand Pepsodent.

Hadir dalam acara ini Wakil Rektor I USU, DR. Edy Ikhsan SH MA, Dekan FKG USU, Dr. drg. Essie Octiara Sp. KGA Subsp PKOA(K), dan Direktur RSGM USU, drg. Siti Salmiah Sp KGA Subsp KKA(K).

Kegiatan yang berlangsung di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran Gigi (RSGM FKG) USU digelar pada 19 dan 20 Februari 2024 dengan melibatkan sekira 1000 santri dari Pesantren Darul Arafah dan Ma’had Abu Ubaidah Bin Al Jarrah.

Unilever Indonesia melalui brand Pepsodent telah berkontribusi di Indonesia selama 90 tahun dalam upaya mewujudkan misinya mendukung edukasi serta perawatan kesehatan gigi dan mulut.

Drg. Ratu Mirah Afifah GCClinDent MDSc., Head of Professional Marketing Personal Care Unilever Indonesia menjelaskan, sejak 2010, Pepsodent telah bekerja sama dengan seluruh FKG dan RSGM di Indonesia.

Selain itu juga bekerja sama  dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) untuk memberikan perawatan gigi gratis dan edukasi kepada masyarakat.

“Hingga saat ini, kami  telah menjangkau lebih dari 30 juta anak Indonesia. Program ini didasarkan kepedulian akan kondisi kesehatan dan perilaku merawat kesehatan gigi yang masih rendah,”  kata Ratu Mirah.

Dengan dilaksanakannya program Senyum Sehat Indonesia di kota Medan, Ratu Mirah, berharap semakin banyak masyarakat baik anak-anak maupun dewasa yang bisa merasakan manfaat dari gigi yang kuat dan mulut sehat.

Program ini, katanya sudah berjalan di Kota Lampung, Padang, Banda Aceh, dan masih akan berjalan sepanjang 2024 bersamaan dengan momen World Oral Health Day (WOHD) dan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) agar jangkauan manfaatnya lebih luas lagi.

Wakil Rektor I USU, DR. Edy Ikhsan menyampaikan apresiasinya terhadap program ini.

“Kami sangat senang dan bangga terhadap inisiasi FKG, RSGM USU, bekerja sama dengan Unilever
Indonesia dan sejumlah pihak ketiga,” kata Edy Ikhsan.

Menurutnya program ini sejalan dengan visi dan misi perguruan tinggi, yaitu terkait dengan bagaimana menyukseskan sustainable development goals.

“Salah satunya adalah kesehatan yang bisa kemudian diinventarisir dan dicatat sebagai upaya kita untuk mendorong tujuan tersebut terpenuhi,” ujarnya.

Menurut Data Riskesdas 2018,  di Provinsi Sumatera Utara  ada 39,15% proporsi masalah gigi (rusak, berlubang, sakit) dan hanya 1,23% masyarakat di atas usia 3 tahun yang mengunjungi tenaga medis gigi dalam satu tahun terakhir.

Kemudian hanya 2,49% warga yang menyikat gigi di waktu yang benar, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur.

Dekan FKG USU, Dr. drg. Essie Octiara Sp. KGA., Subsp.PKOA(K) mengatakan berdasarkan studi yang dilakukan FKG USU 2020 mengenai kondisi kesehatan gigi dan mulut anak usia di bawah 3 tahun di Medan, 56% dari responden mengalami masalah gigi berlubang karena ketidak tahuan orang tua untuk menjaga kesehatan gigi anak mereka.

“Padahal meskipun usia 1 tahun, anak sudah harus rutin disikat giginya,” kata Essie.

Dijelaskannya untuk anak 1-2 tahun bisa tetap menggunakan pasta gigi seukuran biji beras saja.

Tidak hanya anak kecil, orang dewasa pun perlu lebih rajin menjaga kesehatan gigi dan mulut, terlebih ketika berpuasa.

Seperti yang dikemukakan Direktur RSGM USU, drg. Siti Salmiah Sp KGA.Subsp.KKA(K).

Menurutnya, pada saat puasa terjadi peningkatan sejumlah masalah di seputar gigi dan mulut. Salah satunya adalah halitosis atau bau mulut.

“Penyebab halitosis bisa dari pencernaan maupun gigi berlubang. Karena di dalam gigi berlubang itu sisa makanan dapat menumpuk dan akhirnya karena ada bakteri jadi menimbulkan bau tidak sedap,” paparbya.

Karena itu, program Senyum Sehat Indonesia hadir untuk memberikan perawatan gigi tanpa biaya kepada 1000 santri/murid SD dengan berbagai kegiatan seperti pencabutan sederhana, penambalan sederhana.

Kemudian pembersihan karang gigi, tindakan pencegahan permasalahan gigi, edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut dan sikat gigi bersama.

Mutiara Aini, santri putri kelas 3 MTs Pesantren Darul Arafah mengaku senang dapat mengikuti program ini.

”Ini juga pertama kali saya ikut program pemeriksaan gigi dan mulut. Rasanya jadi senang tahu cara merawat gigi dan mulut. Dan tahu cara menggosok gigi yang baik dan benar sehingga tidak sakit saat menggosok gigi,” ungkapnya. ( swisma)

Recent Posts