MEDAN-Meskipun hujan sudah reda, namun akibat banjir dan longsor di beberapa lokasi wilayah Sumatera memberikan dampak fisik dan emosional.
Kehilangan materi, kerusakan bahkan kehilangan rumah dan harta benda serta anggota keluarga yang tidak bisa menyelamatkan diri menyisakan duka dan kesedihan mendalam yang membekas kuat dalam ingatan.
Dampak banjir dan longsor melanda wilayah Sumatera (Aceh, Sumut, Sumbar) akhir 2025 itu juga mengakibatkan sektor ekonomi terganggu dan infrastruktur mengalami kerusakan berat.
Di tengah kondisi darurat dan infrastruktur yang lumpuh,
jaringan telekomunikasi berperan penting dan menjadi kunci untuk menyelamatkan warga.
Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia menunjukkan empatinya langsung turun ke lokasi memberikan bantuan kemanusiaan dengan memenuhi kekurangan pasokan logistik, perlengkapan kebersihan dan kebutuhan dasar lainnya.
Tidak itu saja, upaya lain juga dilakukan Indosat. Dengan gerak cepat dan sigapnya memulihkan jaringan telekomunikasi di wilayah bencana Sumatera.
Tindakan itu dilakukan Indosat dalam menyikapi keluhan dan kecemasan warga terdampak yang kehilangan akses komunikasi akibat tidak adanya jaringan
Melalui aksi SIGAP (Siap Tanggap Keadaan Darurat) pada program Corporate Social Responsibility atau CSR pilar filantropinya, Indosat membantu “menyeka tangis” dan meringankan penderitaan serta kesedihan masyarakat Sumatera.
Dengan menggunakan genset, satelit dan koordinasi lintas sektor, Indosat berhasil memulihkan layanan jaringan pasca bencana. Sehingga warga terdampak bisa terhubung dan bertukar kabar kepada keluarga mereka.
Seiring dengan pulihnya jaringan internet, Indosat juga memberikan bantuannya dengan menyalurkan paket khusus bencana bagi ratusan ribu pelanggan IM3 dan Tri yang terdampak banjir dan longsor .
Program tersebut diberikan untuk memastikan warga yang berada di wilayah terdampak tetap dapat berkomunikasi selama masa tanggap darurat.
Kepedulian yang besar dan kesigapan Indosat dalam bertindak dirasakan betul manfaatnya bagi masyarakat terdampak.
Seperti diungkapkan Dati Tanjung. Janda yang tinggal bersama anak dan cucunya ini sejak 5 hari bencana terjadi di daerahnya Tukka, Tapanuli Tengah, dia tidak bisa memberi kabar keluarganya karena listrik dan jaringan seluler di tempat tinggalnya lumpuh.
Dia yakin, keluarganya pasti cemas. Namun karena tidak ada sinyal data seluler dan telepon, jadi tidak bisa berkomunikasi sama sekali.
Memasuki hari ke 6, Dati sudah bisa menghubungi keluarganya, meski kurang jelas suara penelepon.
“Di hari keenam itulah untuk pertama kalinya, sejak bencana terjadi, kami akhirnya bisa terhubung dengan keluarga yang tidak terkena bencana,” kata Dati di tempat pengungsiannya.
Pulihnya jaringan komunikasi di lokasi bencana, diketahui Dati dari informasi yang beredar setelah tim teknis Indosat memperbaiki jalur transportasi telekomunikasi dan mengoperasikan perangkat portable (sementara).
“Alhamdulillah, sekarang sudah bisa menghubungi keluarga. Meski masih sedih karena rumah terendam banjir. Yang terutama saya dan keluarga dalam keadaan baik- baik saja,” katanya.
Dati menyebutkan, dengan kepedulian dan gerak cepat provider telekomunikasi, seperti Indosat dalam melakukan pemulihan jaringan, sudah membantu keselamatan warga yang terdampak.
Executive Vice President Head of Circle Sumatra Indosat Ooredoo Hutchison, Agus Sulistyo mengatakan, sampai saat ini Indosat terus mempercepat pemulihan layanan jaringan telekomunikasi di wilayah yerdampak bencana, Sumatera.
Disebutkannya, upaya itu dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap dapat berkomunikasi di tengah keterbatasan infrastruktur, akses listrik, hingga kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).
Agus mengakui masih banyak daerah yang infrastrukturnya belum pulih. Namun pihaknya tetap melakukan recovery dengan segala cara.
“Kita berkoordinasi dengan
Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi untuk meminta prioritas dukungan energi di lokasi terdampak,” ungkap Agus, Selasa (16/12/2025).
Dia juga menyebutkan sejumlah titik yang tidak memungkinkan pemulihan konvensional, sehingga Indosat menghadirkan konektivitas alternatif melalui teknologi satelit, termasuk Starlink.
Agus menyebutkan progres pemulihan jaringan di wilayah terdampak.
Di Sumatra Utara, dilakukan pemulihan yang saat ini mencapai 96 persen jaringan dari total 2.961 sites.
Untuk wilayah Sibolga, pemulihan 60 persen dan 120 sites lagi masih dalam kondisi down.
Sementara di wilayah Tapanuli, pemulihan jaringan melampaui 60 persen
Sedangkan di Aceh dari total 1.052 sites, sebanyak 419 sites atau sekitar 40 persen berhasil dipulihkan dan 633 sites masih belum aktif .
Demikian juga capaian pemulihan berhasil dilakukan Indosat di Sumatra Barat hingga 99 persen dari total 1.101 sites dan 11 site lagi masih dalam proses recovery,
Agus memaparkan, Indosat juga memberikan 700 ribu pelanggan di wilayah Sumatra menerima paket khusus dengan kuota data 5GB, 600 menit telepon, dan 1.000 SMS dengan masa aktif tujuh hari dan dapat diperpanjang hingga 30 hari yang
dapat dinikmati tanpa registrasi khusus sejak 4 Desember.
Dukungan lain yang diberikan
Indosat adalah dengan menunda tagihan layanan HiFi selama satu bulan bagi pelanggan di Aceh, serta menghadirkan 10 titik dapur umum bekerja sama dengan BNPB.
” Indosat juga menyiapkan strategi mitigasi jangka panjang dalam menghadapi karakteristik Sumatra bagian Utara yang rawan bencana,” ungkapnya. ( swisma)