Rakorprov TPID se- Sumut Bersinergi Kendalikan Inflasi Jelang Nataru

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumut menggelat Rapat koordinasi provinsi (Rakorprov) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Sumatera Utara, Selasa (30/11/2021).

Rakorprov TPID se-Sumatera Utara itu bertujuan untuk meningkatkan sinergi bersama TPID Kab/Kota se-Sumut demi mewujudkan stabilitas inflasi pada sasaran nasional di Sumatera Utara.

“Ini kita lakukan dalam rangka evaluasi program pengendalian inflasi Semester II-2021, serta persiapan dalam menyambut HBKN Natal dan Tahun Baru ( Nataru),” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut Soekowardojo.

Rakorprov TPID se-Sumatera Utara dilakukan secara hybrid, dengan pelaksanaan secara luring bertempat di Ballroom Hotel Adimulia, Medan dan pelaksanaan daring yang disiarkan langsung melalui kanal Zoom.

Rakorprov turut mengundang Prof. Dr. Ir. Noer Azam Achsani, M.S, Dekan Sekolah Bisnis IPB, Dr. Naslindo Sirait, S.E., M.M, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Sumatera Utara, Ir. Lusyantini, M.Si, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sumatera Utara, serta seluruh Anggota TPID 33 Kab/Kota se-Sumatera Utara.

Kegiatan diawali dengan opening speech oleh Soekowardojo selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, dilanjutkan dengan keynote speech yang disampaikan oleh H. Afifi Lubis, SH, Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara.

Dalam pembukaan Rakorporv, Soekowardojo memberikan laporan singkat mengenai evaluasi program pengendalian inflasi di Semester II-2021 di Sumatera.

Disampaikan bahwa tingkat inflasi Sumatera Utara pada 2021 tetap terjaga pada sasaran inflasi nasional dengan potensi bias bawah sampai akhir 2021.

Di samping itu, untuk membangkitkan semangat pengendalian inflasi yang ada di Sumatera Utara, Bank Indonesia juga mengadakan Road to TPID Awards yang telah dimulai pada Oktober 2021 yang diharapkan dapat menyusul keberhasilan TPID Provinsi Sumatera Utara yang berhasil meraih Juara TPID Awards 2020 untuk Wilayah Sumatera.

“Secara umum telah berjalan dengan cukup baik, namun diharapkan terus ada peningkatan dan penajaman sasaran program kerja sesuai tipikal masing-masing daerah”, ucap Soekowardojo dalam penyampaian evaluasi program pengendalian inflasi di Semester II-2021.

Sejalan dengan dukungan terhadap evaluasi yang telah disampaikan  Bank Indonesia, Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, H. Afifi Lubis, SH, turut menyampaikan pentingnya pengelolaan inflasi yang akan berdampak baik pada kinerja perekonomian di seluruh Kab/Kota se-Sumatera Utara.

Menuju 2022, disampaikan pula bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah menyiapkan beberapa program, antara lain : realisasi bantuan bibit khususnya untuk komoditas cabai merah, membuat regulasi pola tanam, serta regulasi batas atas dan batas bawah harga pangan pokok.

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

Dia juga mengimbau pengendalian inflasi yang baik memerlukan sinergi antara regulasi yang disusun oleh Pemerintah dengan sikap tanggap bersama melalui rencana aksi.

Rakorprov dilanjutkan dengan pemaparan narasumber yang dipimpin langsung oleh Dr. Naslindo Sirait, S.E., M.M, selaku Kepala Biro Perekonomian Setda Prov. Sumut.

Pemaparan pertama disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Noer Azam Achsani, M.S, Dekan Sekolah Bisnis IPB yang menyampaikan studi terkait Neraca Bahan Makanan di Sumatera Utara.

Neraca Bahan Makanan (NBM) ini dilatarbelakangi oleh Bank Indonesia yang memiliki tujuan dalam menjaga stabilitas  inflasi yang perlu didukung dengan tersedianya cadangan pangan yang baik.

Hal ini juga diprakarsai dari data bahwa kelompok bahan makanan merupakan kelompok penyumbang inflasi terbesar dibandingkan kelompok lainnya.

Dari 15 komoditas, dengan 5 Kab/Kota IHK, diperoleh hasil bahwa 10 komoditas diantaranya telah mencatatkan surplus perdagangan.

Perlunya pola tanam yang baik, pencatatan barang yang keluar-masuk secara berkala, pemetaan tingkat kebutuhan dan penyediaan, hingga pengembangan program one village one product (OVOP) menjadi rekomendasi yang diberikan untuk menunjang pengendalian inflasi di Sumatera Utara.

Paparan dilanjutkan oleh Ir. Lusyantini, M.Si, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sumatera Utara. Disampaikan bahwa indeks pertanaman di Sumatera Utara masih cenderung kecil, yaitu 1,9.

Berdasarkan data yang telah dikumpulkan, diperoleh hasil bahwa ada beberapa komoditas yang masih melakukan impor. Salah satu contohnya adalah bawang merah yang masih memproduksi sebesar 70% secara mandiri, sementara 30% sisanya masih dipenuhi melalui impor. Diharapkan pada 2023, khusus untuk bawang merah sudah swasembada.

Beberapa program Pemprov juga turut membantu melalui rencana bantuan bibit dan pupuk yang semakin langka akibat berhentinya Cina melakukan ekspor terhadap pupuk.

Sedangkan pemaparan Dr. Naslindo Sirait, S.E., M.M, selaku Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Sumatera Utara kembali menekankan tugas TPID Provinsi Sumatera Utara melalui aspek 4K.

Lebih lanjut, kedepannya diharapkan jajaran Pemerintah Provinsi mulai dapat mendiseminasikan hasil peta jalan pengendalian inflasi 2022-2024 yang telah dibuat oleh Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) untuk selanjutnya dapat disampaikan kepada Kab/Kota. ( swisma)

Recent Posts