Rajudin Sagala Desak Polisi Usut Tuntas Kelompok Begal

News671 Dilihat

MEDAN – Masyarakat Kota Medan masih cemas dan takut terhadap aksi begal yang saat ini kian berani melakukan aksinya. Tak hanya di ruas jalan umum saja, tetapi juga beraksi di gang-gang sempit.

Menyikapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Medan H. Rajudin Sagala, S.Pdi, angkat bicara. “Aksi begal ini sudah sangat meresahkan. Jadi perlu tindakan tegas dan terukur untuk melumpuhkan para pelaku,” tegas politisi PKS ini, Kamis (20/7/2023).

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

Selanjutnya, ia menyarankan kepada pihak kepolisian yang merupakan institusi paling bertanggungjawab atas maraknya aksi begal ini, untuk intens menggelar patroli atau razia, terutama di daerah-daerah yang rawan aksi begal.

“Saya yakin, saat ini pihak kepolisian juga sudah mendeteksi kelompok-kelompok atau jaringan dari para pelaku begal ini. Untuk itu kita meminta, segera ambil tindakan. Berantas habis. Bila perlu, usut tuntas jika memang ada dalang yang ‘bermain’ di belakang peristiwa-peristiwa begal ini,” imbuh Rajudin.

“Jangan dibiarkan berlama-lama, sebab akan memperpanjang kecemasan warga,” dorongnya.

Kemudian, saran Rajudin, para pelaku yang sudah ditangkap, harus diberi hukuman yang seberat-beratnya, sehingga memberikan efek jera dan menjadi contoh bagi (pelaku) yang lain.

“Terakhir, yang perlu saya sampaikan juga, para orang tua harus memperhatikan pergaulan anak-anaknya. Jangan sampai menjadi penyesalan ketika sang anak salah bergaul dan terjerumus hingga nekat melakukan tindakan kriminal. Begitu juga dengan tenaga pendidik di sekolah, untuk terus mengingatkan siswa-siswinya,” Rajudin. (red)