Program Mudik Bareng, Bentuk Kehadiran Pemko Medan Di tengah Masyarakat Di Bawah Kepemimpinan Bobby Nasution

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN – Untuk pertama kalinya di bawah kepemimpinan Wali Kota Medan Bobby Nasution, Pemko Medan melaksanakan program Mudik Bareng. Hal ini dilakukan orang nomor satu di Pemko Medan ini guna membantu warga menjawab kerinduan warga sehingga dapat berkumpul dan bersilaturahmi untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri 1443 H di kampung halamannya masing-masing. Terlebih, sudah dua tahun masyarakat tidak diperkenankan untuk mudik oleh pemerintah menyusul pandemi Covid-19 yang melanda.

Sebanyak 125 bus dari ukuran besar, sedang dan kecil telah disiapkan untuk mendukung kelancaran mudik bareng yang ditujukan ke 13 daerah di Sumatera Utara tersebut. Antuasiasme masyarakat yang ikut dalam program ini pun sangat tinggi. Terhitung, ada sebanyak 3.491 warga yang ikut mudik bersama tersebut.

Bahkan, program mudik bersama yang dilaksanakan suami Ketua TP PKK Kota Medan Kahiyang Ayu ini tidak hanya diperuntukkan bagi warga yang ber-KTP Medan saja. Bobby Nasution ingin, masyarakat benar-benar dapat menikmati kehadiran program Mudik Bersama yang  diperuntukkan bagi kalangan pekerja, buruh, mahasiswa dan pelajar tersebut.

Menantu Presiden RI Joko Widodo ini pun mengaku, program Mudik Bareng menjadi wujud kehadiran Pemko Medan bersama seluruh stakeholder di tengah-tengah masyarakat. Bahkan, program tersebut, imbuhnya, tidak menggunakan dana dari APBD dan murni atas kerjasama Pemko Medan dengan sejumlah pihak baik itu Forkopimda, donatur, perbankan dan pelaku usaha serta industri.

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

“Ini menjadi momentum yang sangat luar biasa. Apalagi, sudah dua tahun belakangan ini kita tidak dapat berkumpul bersama keluarga untuk merayakan lebaran. Salam dari kami (Pemko Medan) dan seluruh unsur Forkopimda Kota Medan serta stakeholder kepada keluarga di kampung halaman masing-masing,” kata Bobby Nasution baru-baru ini.

Sementara itu akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU) Indra Fauzan SHI MSoc Sc PhD mengatakan, kehadiran program Mudik Bareng Pemko Medan di bawah kepemimpinan Bobby Nasution menjadi terobosan yang sangat baik. Terlebih, penyelenggaraannya tidak menggunakan dana APBD sama sekali. “Ini ide kreatif dan tentunya jadi wujud inovasi serta kolaborasi Pemko Medan dengan semua pihak sehingga program tersebut dapat terwujud,” bilang Indra saat dihubungi, Senin (9/5).

Ditambahkan Indra, program Mudik Bareng jelasnya menjadi bentuk kehadiran Pemko Medan di tengah-tengah masyarakat dibawah nahkoda Bobby Nasution. “Tujuannya pasti ingin memberikan pelayanan publik terbaik bagi masyarakat sekaligus membangkitkan antusiasme dan mendorong peningkatan pelayanan agar lebih prima,” tambahnya mengakhiri.(rizky)

Recent Posts