Perum Bulog Sumut Data Beras dan Migor yang Dijarah di Gudang Bulog Sarudik, Sibolga

News215 Dilihat

MEDAN-Dampak bencana banjir di Sibolga dan Tapteng  menyebabkab  pasokan pangan tidak dapat diakses masyarakat selama kurang lebih tiga hari, sehingga memicu kondisi darurat kebutuhan pangan di daerah tersebut.

Dalam situasi darurat ini, terjadi aksi penjarahan di sejumlah ritel modern di Kota Sibolga. Kondisi tersebut kemudian berlanjut ke Gudang Bulog Sarudik, Sibolga.

Menyikapi kondisi itu, Pemimpin Wilayah Buloh Sumatera Utara, Budi Cahyanto menyampaikan perkembangan situasi terkait kondisi keamanan di Gudang Bulog di Sarudik,  Sibolga, Sumatera Utara,

Budi mengatakan pihaknya terus berupaya untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pihak terkait agar distribusi bantuan dapat segera dipulihkan dan situasi dapat kembali kondusif.

“Kami memahami bahwa masyarakat sedang berada dalam situasi darurat akibat bencana banjir yang menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, dan terputusnya akses pangan,” ujar Budi, Sabtu (29/11/2025).

Saat ini Kanwil Bulog Sumut dan Kanca Sibolga masih dalam proses pendataan jumlah beras dan minyak goreng ( migor) yang diambil massa dari gudang.

Komunikasi dengan tim lapangan diakuinya juga mengalami kendala akibat gangguan sinyal di wilayah terdampak.

Menurutnya perhitungan jumlah beras dan minyak goreng yang diambil dari Gudang Sarudik masih dalam proses pendataan.

” Kami meminta dukungan semua pihak agar penanganan pasca kejadian ini dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran demi kepentingan masyarakat yang terdampak,”  harap Budi.

Bencana banjir dan longsor yang terjad di Sibolga dan Tapanuli Tengah (Tapteng) pada 24-25 November 2025 menyebabkan korban jiwa serta banyak masyarakat kehilangan sanak saudara dan tempat tinggal.

Selain itu, kerusakan infrastruktur berupa jalan putus dan tanah longsor telah memutus jalur distribusi logistik menuju wilayah tersebut. Akibatnya, pasokan pangan tidak dapat diakses masyarakat dan terjadi aksi penjarahan.

Sebelumnya, Pimpinan Cabang (Pinca) Bulog Sibolga telah berkoordinasi dengan Polres Sibolga dan Kodim Tapanuli Tengah untuk memastikan upaya pengamanan fasilitas gudang Bulog.

Personel dari Polsek dan Koramil setempat ditempatkan di area kompleks Gudang Sarudik. Namun fokus aparat saat itu lebih diprioritaskan pada penanganan korban dan penanggulangan pasca bencana.

Seiring berkembangnya situasi dan meningkatnya potensi kerawanan, Pinca Bulog Sibolga meminta penambahan personel kepada Kodim dan Polresta Sibolga.

Selain itu, koordinasi lanjutan dilakukan oleh Kantor  Wilayah Bulog Sumatera Utara dengan Kodam dan Polda Sumatera Utara agar bantuan personel dapat tiba lebih cepat.

Namun sebelum personel tambahan datang, secara tiba-tiba massa berkumpul di depan Gudang Bulog Sarudik Sibolga.

Massa memaksa masuk dengan merobohkan pagar gerbang, merusak gembok gudang, dan mengambil beras serta minyak goreng yang tersimpan di dalam gudang.

Aparat  berupaya melakukan penghalauan namun massa tidak terkendali karena desakan kebutuhan pangan.

Perum Bulog menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas pasokan pangan di tengah situasi bencana serta memastikan bahwa pemenuhan kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. ( swisma)