PERTI Sumut Imbau Warga Tetap Satu Meski  Beda Tanggal Rayakan  Idul Fitri

News669 Dilihat

DELISERDANG– Hari Raya Idul Fitri merupakan hari kemenangan umat Islam setelah satu berpuasa di bulan Ramadan. Namun setiap tahunnya kerap kali ada perbedaan waktu dalam merayakan momentum penting umat islam ini.

Sebagian ada yang menetapkan 1 Syawal jatuh pada Jumat, 21 April 2023 namun sebagian lagi menyatakan pada Sabtu, 22 April 2023.

Sekalipun terjadi perbedaan ini, salah satu ormas tertua, Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) menghimbau warga masyarakat khususnya jamaah PERTI tetap satu karena Islam itu adalah rahmatan lilalamin .

Hal ini disebutkan Ketua Pengurus Daerah PERTI Sumatera Utara (Sumut), Dr H Burhanuddin Harahap S.Ag M Pd, Kamis (20/4) di markasnya Jalan Surya Haji Dusun VIII Mawar Desa Laut Dendang Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang.

Atas nama Pimpinan PERTI Sumut, pada hakikatnya sebagai salah satu  ormas tertua di Indonesia merasa sangat bahagia meskipun ada perbedaan tanggal pelaksanaan Idul Fitri

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

Namun bagi PERTI Sumut, katanya ini merupakan rahmat dari Allah SWT.  Karena 1 Syawal itu tetap sama persoalannya hanya berbeda tanggal saja.

“Kami berharap kepada seluruh umat Islam meskipun terjadi perbedaan tetap kita satu karena Islam rahmatan lilalamin” jelas Burhanuddin yang saat itu hadir juga Sekretaris dan Bendahara PERTI Sumut, Dr H M Arfan Daulay SAg M A dan H Barita S.E

Ia juga menyampaikan secara tegas bahwa secara khusus, PERTI Sumut akan merayakan dan melaksanakan sholat Idul Fitri pada Sabtu (22/4/2023) sesuai dengan  hasil sidang itsbat yang dilaksanakan pemerintah.

Di sisi lain, Ketua Majelis Mustasyar Daerah,  Prof.Dr Syahrin Harahap MA mengatakan, PERTI  merupakan ormas Islam terbesar di Indonesia dan sebelumnya telah mengeluarkan Tausyiah tentang apa yang harus dilakukan umat Islam dalam konteks perayaan hari raya Idul Fitri.

Dalam Tausyiah itu disampaikan agar umat islam memanfaatkan momentum Hari Raya Idul Fitri untuk saling bersilaturrahmi.

“Kita berharap supaya umat Islam atau khususnya jamaah persatuan tarbiah islamiyah melakukan silaturahim kepada seluruh masyarakat. Tetapi silaturahim itu bersifat edukatif artinya mendidik bagaimana menjadi warga dan muslim yang baik,” tegasnya.

Sementara itu, PERTI Sumut juga sangat mengapresiasi pemerintah yang telah memberikan perhatian lebih kepada masyarakat dengan mengadakan program mudik gratis.

Selain itu, masyarakat juga diminta agar memanfaatkan momentum ini sebagai wadah berbagi, ini juga bermanfaat untuk menggerakkan perekonomian di tanah air ini.

“Kita sudah menyelesaikan puasa di bulan ramadan sebagai perintah Allah SWT. Namun jika kita tinjau dari sisi ekonomi,  pergerakan ekonomi menjelang lebaran ini luar biasa,” sebutnya.

Menurutnya itu bisa dilihat dari semua angkutan darat, udara dan laut semua saat ini menjadi puncaknya.

Bahkan berdasarkan data, sebanyak Rp 5000 triliun uang baru sudah dikeluarkan Bank Indonesia. Otomatis inilah yang akan dibawa masyarakat kota ke desa.

“Karena itu berbahagia keluarga atau orangtua kita di desa karena selain bertemu juga bisa saling berbagi,” paparnya.

Sementara itu, dalam kesempatan itu, PERTI Sumut mengucapkan  selamat Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah dan mengharapkan semoga Allah SWT memberkahi hidup semua umat Islam. (swisma)