PEMATANG SIANTAR – Sebagai bentuk komitmen nyata dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Pematangsiantar dan sekitarnya, Jasa Raharja Cabang Pematangsiantar bersama Forum Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FKLLAJ) menggelar rapat koordinasi lintas instansi yang dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan di bidang transportasi dan keselamatan jalan pada Rabu (12/11).
Kegiatan dihadiri oleh perwakilan dari berbagai instansi terkait, di antaranya Kepala Cabang Jasa Raharja Pematangsiantar, Akbar Atas Aji, Kasat Lantas Polres Pematangsiantar, Iptu Friska Susana, serta Kabid Hubungan Darat Dinas Perhubungan, Agresa. Rapat ini menjadi ajang strategis bagi seluruh pihak untuk menyatukan langkah dan merumuskan solusi bersama dalam upaya menurunkan angka kecelakaan di wilayah tersebut.
Fokus Kolaborasi Data, Edukasi, dan Pencegahan
Dalam kesempatan tersebut, Akbar Atas Aji menegaskan bahwa Jasa Raharja tidak hanya berperan dalam memberikan santunan kepada korban kecelakaan, tetapi juga aktif dalam program pencegahan kecelakaan melalui kerja sama lintas sektor.
“Kami di Jasa Raharja berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi bersama Polri, Dinas Perhubungan, serta seluruh unsur Forum Keselamatan Lalu Lintas. Pencegahan kecelakaan adalah tanggung jawab bersama, karena keselamatan pengguna jalan tidak bisa hanya ditopang oleh satu instansi,” ujar Akbar.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi ini menjadi bagian penting dalam mendukung program pemerintah menuju “Zero Accident” melalui berbagai upaya edukasi, sosialisasi, dan pemetaan titik rawan kecelakaan (black spot) di wilayah Pematangsiantar.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Pematangsiantar, Iptu Friska Susana, menyampaikan bahwa pihaknya terus mengintensifkan kegiatan preemtif dan preventif di lapangan.
“Polri terus melakukan edukasi kepada masyarakat melalui kegiatan patroli dialogis, sosialisasi ke sekolah, serta penindakan yang humanis bagi pelanggar lalu lintas. Kami juga mendorong masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran bahwa keselamatan adalah kebutuhan, bukan sekadar kewajiban,” ungkapnya.
Dari sisi teknis transportasi, Kabid Hubdat Dishub, Agresa, menjelaskan bahwa pihaknya akan memperkuat pengawasan terhadap armada angkutan umum serta melakukan evaluasi terhadap kondisi sarana dan prasarana jalan.
“Dishub bersama stakeholder lainnya akan meninjau titik-titik yang sering menjadi lokasi kecelakaan, melakukan perbaikan rambu, penerangan, dan marka jalan, serta memastikan kendaraan umum laik jalan,” tuturnya.
Melalui sinergi yang solid antarinstansi ini, Forum Keselamatan Lalu Lintas berharap dapat menciptakan sistem transportasi yang lebih aman, tertib, dan berkelanjutan, serta mampu menekan angka kecelakaan di wilayah Pematangsiantar secara signifikan.
Kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk meneguhkan komitmen bersama dalam membangun budaya keselamatan di jalan raya, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih disiplin dalam berlalu lintas. (Red)