MEDAN– Kegiatan Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP) tahun anggaran 2025 resmi dilaksanakan tim dosen Sekolah Tinggi Manajemen Bisnis (STMB) Multi Smart.
“Kegiatan yang berjudul ”Penguatan Ekonomi Perempuan Adat melalui Tata Kelola Keuangan Digital dan Strategi Pemasaran Produk Unggulan Hal-PA” itu dilaksanakan bermitra
dengan Perempuan AMAN PHKom Menteng,” kata anggota tim dosen kata STMB Multi Smart, Hermawan Sutanto, S.E., M.Si, Jumat (29/8/2025)
Disebutkannya, kelompok beranggotakan ibu rumah tangga ini mengelola hasil ladang dan mengolahnya menjadi produk bernilai jual, antara lain serbuk jahe gula semut, jamu, dan keripik.

Meskipun produk tersebut telah diperkenalkan di berbagai kegiatan dan bazar, baik di Medan maupun di luar daerah, tantangan utama masih terletak pada aspek daya saing, khususnya terkait pengemasan higienis, penjaminan kehalalan, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung strategi pemasaran dan tata kelola keuangan.
Menjawab tantangan tersebut, katanya, tim pengabdian melaksanakan program lanjutan dari kegiatan serupa yang telah dilakukan dua tahun sebelumnya.
Pada tahun ini, kegiatan dipimpin Fitri Handayani, S.E. M.Si sebagai ketua tim bersama anggota Hermawan Sutanto, S.E., MSi dan Yessica Sardina Purba, S.E., M.M dan didampingi LP2M, Ferry Hidayat, M.AP.

Bentuk kegiatan tersebut meliputi sosialisasi pada 19 Juli 2025, pelatihan dan penyerahan alat pada 26 Juli 2025 yang dirancang untuk memperkuat kapasitas mitra dalam mengelola keuangan secara digital, meningkatkan kualitas produk melalui pengemasan yang higienis, serta mengembangkan strategi pemasaran berbasis digital.
Program ini didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan adat dan keberlanjutan usaha berbasis komunitas.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Perempuan AMAN PHKom Menteng mampu memperkuat fondasi usahanya melalui tata kelola keuangan digital yang lebih baik, strategi pemasaran yang lebih efektif, serta peningkatan kualitas produk olahan berbasis lahan.
Dengan demikian, perempuan adat tidak hanya berperan sebagai pengelola hasil bumi, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi yang berdaya saing di pasar digital. ( red- ari)












