Minyak Goreng Langka, Edward Hutabarat: Jangan Panic Buying

News533 Dilihat

GLOBALMEDAN – Medan : Sulitnya mendapatkan minyak goreng yang terjadi belakangan ini sangat berdampak terhadap masyarakat seperti ibu rumah tangga dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Edward Hutabarat, anggota DPRD Kota Medan dari Komisi III melihat kelangkaan minyak goreng tersebut langsung turun ke pasar tradisional seperti Pasar Sei Sikambing yang ada di Jalan Sei Sikambing C-2 kecamatan Medan Helvetia dan dilanjut ke Pasar Buah Modern Berastagi yang ada di Jalan Gatot Subroto Medan, Selasa (22/2/2022).
Bersama rombongan Komisi III DPRD Kota Medan dan Ketua Komisi III, Edward Hutabarat menyusuri lorong tempat pedagang berjualan di pasar Sei Sikambing tersebut.
Ashari, pedagang kelontong di pasar Sei Sikambing saat ditanyai wakil rakyat asal Dapil 1 ini mengakui jika minyak goreng kemasan sudah 1 Minggu lebih tidak masuk atau kosong.
“Kalaupun minyak ada, kami hanya dijatah 2 karton, itu juga langsung habis”, ujarnya.
Selain itu, terang Ashari itu lagi kalau minyak goreng yang curah ada juga dijual namun harganya Rp15 ribu per liter.
“Kalau minyak goreng dari Alam Jaya yang ada kami baru dapat kalau tidak ya tidak dapatlah”, sebutnya lagi.
Selanjutnya Edward meninjau pedagang lain, salah seorang pedagang bernama Wirna mengaku selama kelangkaan minyak goreng, dia hanya menjual kepada langganan saja.
“Kalau saya hanya menjual minyak kepada langganan saja, kalau tidak langganan tidak saya jual,” katanya sembari berharap kepada pemerintah agar distribusi minyak goreng dapat kembali normal dan harga juga normal.
Hasil pantauan legislator asal Dapil 1 kota Medan ini, untuk di beberapa swalayan seperti Alfa MIDI, Alfa Mart bahkan Indomaret tidak jarang minyak goreng kosong.
“Ini sebenarnya yang menimbulkan munculnya ‘Panic Buying’ bagi kalangan masyarakat terutama ibu-bu dan pelaku usaha kecil dan menengah yang memakai minyak goreng sebagai bahan dasarnya”, terang Edward. (rizky)

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.