GLOBALMEDAN.COM, KUALA LUMPUR-Masyarakat yang ingin menikmati Kuala Lumpur, Malaysia bisa menggunakan bus Ho Ho (Hop-On Hop-Off)
Kehadiran bus HO HO menjadi pilihan terbaik bagi yang ingin mengisi liburan sebagai pelengkap perjalanan menyusuri Kuala Lumpur.
Tourism Malaysia Medan bersama
7 wartawan dan 7 travel agent perjalanan juga memanfaatkan bus tingkat ini untuk mengelilingi sejumlah destinasi bersejarah dan bangunan ikonik di Kuala Lumpur Jumat (9/9/2022).
Rombongan menikmati suasana di malam hari selama dicover 2 jam yang mengikuti tur KL City of Light dengan bus Ho Ho (Hop-On Hop-Off).
Perjalanan dengan bus HO HO ini bisa dinikmati di siang hari juga di malam hari, sehingga lebih mengesankan karena memancarkan gemerlapnya lampu yang warna warni.
Tur KL City of Light ini memberi kesempatan kepada penumpang naik dan turun dari kenderaan tersebut untuk mencapai tempat-tempat wisata utama.
Sejumlah tempat-tempat yang diselusuri bus ini seperti Menara Kembar, Petronas, Istana Kerajaan, Cina Town, Little India, Suria KLCC, serta juga bangunan-bangunan lama yang utuh terpelihara hingga kini.
Tak ketinggalan, Bus Ho Ho juga melintasi tempat ikonik yang belum lama ini diresmikan, yakni Pintasan Saloma.
Menurut supir HO HO, Saidi, penumpang boleh turun dari bus untuk berfoto, naik lagi ke bus melanjutkan destinasi berikutnya.
Dijelaskannya, harga tiket bus untuk malam sedikit berbeda dari tur di siang hari, cuma selisih RM5. Demikian juga ongkos bus berbeda untuk wisatawan asing dan warga lokal.
“Untuk warga asing tarifnya RM 55 dan RM35 bagi warga lokal yang melakukan wisata tur bus di malam hari dan dek atas menjadi pilihan favorit penumpang,”” sebutnya.
Layaknya bus pariwisata, Ho Ho juga menyediakan pemandu yang memaparkan lokasi-lokasi yang dilalui.
Zaini, pemandu bus, menambahkan, selama 2 jam perjalanan bus berhenti 5 menit di tempat pelancongan atau bangunan bersejarah yang jadi destinasi wisata wajib di Kuala Lumpur.
“Tapi, bus tak akan berhenti di tempat pelancongan yang seharusnya berhenti kalau ada kenderaan lain yang parkirnya sembarangan, sehingga menghambat bus. Ini demi keamanan dan keselamatan penumpang,” kata Zaini.
Tambahan atau ekstra waktu dari 2 jam itu bisa diberikan jika kondisi lalu lintas dalam keadaan macet.
” Kalau cuaca buruk dan tidak memungkinkan untuk membawa penumpang di dek atas, kata Zaini, bus menunda turnya. Namun, penumpang bisa mengatur ulang jadwalnya dan tak perlu beli tiket lagi. (swisma)