Menteri Komdigi Meutya Hafid Dorong Siswa SMK Jadi Talenta Lokal Penggerak Konektivitas Digital

News27 Dilihat

MEDAN –Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mendorong siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk menjadi talenta lokal yang siap mendukung pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur digital di daerah.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas konektivitas nasional sekaligus membuka peluang kerja baru bagi generasi muda.

Hal itu disampaikan saat menghadiri Pelatihan Jaringan Fiber Optik bagi siswa SMK Multi Karya Medan yang digelar Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital (DJID) Kementerian Komunikasi dan Digital, Sabtu (13/6/2026).

Meutya mengungkapkan bahwa generasi muda merupakan kelompok yang paling aktif memanfaatkan internet.

Karena itu, mereka diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu mengambil peran dalam menjaga keberlangsungan infrastruktur yang mendukung konektivitas digital.

“Anak-anak mudalah yang paling banyak memanfaatkan teknologi ini. Karena itu, kita berharap mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pihak yang merawat infrastruktur yang mendukung konektivitas tersebut,” ujarnya.

Menurut Meutya, kebutuhan tenaga terampil di sektor infrastruktur digital akan terus meningkat seiring dengan semakin luasnya pembangunan jaringan telekomunikasi di berbagai wilayah Indonesia.

Pemerintah pun terus mendorong lahirnya talenta-talenta lokal yang mampu melakukan instalasi, perbaikan, dan pemeliharaan jaringan sehingga kebutuhan tenaga kerja di daerah dapat dipenuhi oleh sumber daya manusia setempat.

“Ke depan kita punya konsep bahwa jaringan-jaringan fiber optik di berbagai daerah tidak perlu lagi dikirim tenaga kerjanya dari Jawa atau dari daerah lain. Kalau di sini talentanya sudah mampu, maka ini menjadi lapangan kerja baru bagi teman-teman yang ada di daerah,” kata Meutya.

Ia menambahkan, siswa SMK memiliki posisi strategis dalam mendukung pengembangan ekosistem digital nasional karena dibekali keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.

“Khususnya di Sumatera Utara dan khususnya juga bagi siswa SMK Multi Karya, kalian harus siap menjadi generasi yang tidak hanya menggunakan teknologi, tetapi juga mampu mengelola dan merawat infrastruktur digital yang menjadi tulang punggung konektivitas masyarakat,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Kementerian Komdigi juga menyerahkan bantuan perangkat praktik jaringan fiber optik kepada SMK Multi Karya Medan dan SMK Negeri 4 Medan sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan vokasi.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mendukung penguasaan keterampilan teknis siswa di bidang telekomunikasi dan jaringan digital.

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, menjelaskan bahwa penggelaran infrastruktur digital membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang kompeten agar pembangunan dan pemeliharaan jaringan dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Penggelaran infrastruktur digital tidak hanya soal perangkat dan kabel, tetapi juga sumber daya manusia. Karena itu kami melihat pelatihan seperti ini penting untuk menyiapkan tenaga-tenaga terampil yang nantinya dapat mendukung pembangunan dan pemeliharaan jaringan di daerah masing-masing,” jelasnya.

Menurut Wayan, perkembangan teknologi telekomunikasi yang semakin didominasi fiber optik membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat di berbagai daerah.

Pelatihan yang digelar di Medan ini diikuti  40 peserta  terdiri atas 20 siswa SMK Multi Karya Medan dan 20 siswa SMK Negeri 4 Medan.

Para peserta memperoleh pembekalan mengenai instalasi, penyambungan (splicing), pengujian, hingga pemeliharaan jaringan fiber optik sesuai kebutuhan industri telekomunikasi saat ini.

Selain pelatihan tatap muka, peserta juga mendapatkan akses pembelajaran melalui platform Learning Management System (LMS) yang disiapkan Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital untuk mendukung proses pembelajaran secara berkelanjutan.

Melalui pelatihan ini, Kementerian Komdigi berharap semakin banyak talenta muda daerah yang mampu menjadi penggerak konektivitas digital sekaligus mendukung pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang merata di seluruh Indonesia. ( swisma)