Legislator Minta Pemko Medan Tindaklanjuti Aspirasi Warga saat Reses

News702 Dilihat

MEDAN – Anggota DPRD Kota Medan Margaret MS meminta Pemkot Medan menindaklanjuti aspirasi warga yang ditampung ketika reses ke daerah pemilihan (dapil) jadi skala prioritas.

“Kepada Pemkot Medan melalui Bappeda agar menjalin komunikasi dan kerja sama segenap stakeholder,” ucap Margaret, juru bicara dari dapil II dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis No 1, Medan, Senin (27/2).

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

Hal ini, ujarnya, digunakan sebagai rumusan permasalahan pokok pikiran (pokir) DPRD yang diperoleh dari hasil reses aspirasi warga untuk ditindaklanjuti.

Legislator ini menekankan segenap OPD di lingkungan Pemkot Medan hendaknya berkreasi mengatasi permasalahan dan keluhan warga agar diselesaikan dengan cepat.

Termasuk mengantisipasi segala kendala di lapangan tanpa menambah beban warga lewat berkolaborasi mewujudkan Kota Medan yang maju dan berkah.

“Kami berharap Bappeda bisa memprioritaskan program yang menjadi kebutuhan utama demi kesejahteraan masyarakat sebagai wujud visi misi Wali Kota Medan,” terang Margaret.

Pihaknya juga mengaku laporan reses pertama dapil II telah disampaikan ke pimpinan DPRD dalam menghimpun berbagai permasalahan, dan aspirasi yang ditujukan kepada OPD.

Aspirasi itu ditujukan ke Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Kontruksi, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sosial, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,

“Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pemuda dan Olahraga, Pemkot Medan, PDAM, kecamatan, Dinas Kesehatan dan BPJS, Dinas Ketenagakerjaan, Polri/TNI/BNN dan PLN,” papar Margaret. (red)