Kisah Sedih Tegar Alfarizi dan Respon Cepat Sang Pejuang Duafa

News529 Dilihat

SUMUT  – Tegar Alfarizi, bocah 13 tahun yang lahir dari keluarga tidak mampu dari pasangan Zulkifli dan Agustina warga Jalan Amal Dusun 7 Desa Suka Jaya, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara.

Tegar diketahui mengalami sakit tumor abdomen, anemia dan trombositopen yang dideritanya lebih dari satu tahun.

Dalam keinginannya untuk menyembuhkan putranya, pihak keluarga Alfarizi sudah berusaha sekuat tenaga dan bersama aparatur desa serta KSJ  yang mendapat isyarat langsung dari sang pejuang duafa, Tegar harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Namun karena keterbatasan biaya dan tidak memiliki BPJS, orang tua Tegar Alfarizi harus melambat soal perujukannya ke rumah sakit daerah.

Walau aparatur desa telah membujuk harus segera dirujuk ke rumah sakit, namun keluarga masih berfikir seandainya dikenakan biaya kemana mereka harus mencarinya.

Karena itu, sang pejuang duafa, H Ikhwan Lubis SH MH yang mengetahui kejadian ini melalui tim Komunitas Sedekah Jumat (KSJ) wilayah Tanjung Tiram, merespon cepat.

Dia mengisyaratkan agar Tegar Alfarizi segera dirujuk ke rumah sakit untuk dilakukan perawatan intensif dan akan menanggung biaya serta bersama aparatur desa setempat membuatkan BPJS untuk Tegar Alfarizi.

Sejak, 1 Januari 2023 Tim KSJ yang bekerjasama dengan Kepala Desa Suka Jaya telah membawa Tegar Alfarizi ke Rumah Sakit Daerah di Kabupaten Batubara hingga harus dirujuk ke Rumah Sakit Adam Malik Medan.

Namun naas, di tengah perjalanan pada Jumat (6/1/2023) tepatnya di Jalan Tol Tebing Tinggi menuju Medan, nyawa Tegar Alfarizi tidak tertolong karena kondisinya sangat lemah hingga ambulan harus kembali ke rumah almarhum untuk segera dimakamkan.

H Ikhwan Lubis SH MH yang mendengar kabar duka ini mengatakan sedih dan sudah berusaha namun takdir yang menentukan.

“Almarhum Tegar Alfarzi hanya sebagai simbol atas kita yang tidak memiliki rezeki yang berlebih. Saya berharap  jangan adalagi saudara-saudara kita yang mengalami nasib yang sama,” kata Ikhwan.

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

“Kami dari KSJ ingin menyampaikan marilah kita saling peduli terhadap kaum yang kekurangan dan jangan biarkan mereka menangis hanya karena tidak sanggup  membawa anaknya yang sakit untuk berobat,” ujar Ikhwan.

Bagi yang lebih mampu bisa saling membantu walau bukan materi, namun pemikiran dan tenaga juga bisa.

“Ayo sama-sama kita bisa saling peduli untuk menolong orang yang kurang mampu  dan bersedekahlah dengan apa yang kita anggap bisa bermanfaat untuk orang lain,” ungkap pejuang duafa ini. ( red)