MEDAN- Hidup tak selalu berjalan sesuai rencana. Kadang, seseorang harus jatuh begitu dalam sebelum akhirnya menemukan jalan untuk bangkit kembali.
Kisah itu nyata dialami oleh Yarni, warga Dusun 2-B Desa Silomlom, Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Asahan.
Yarni sebelumnya dikenal sebagai pelaku usaha gorden yang usahanya berkembang pesat hingga mampu mempekerjakan 12 karyawan.
Namun, badai kehidupan datang silih berganti. Di titik terendah, Yarni harus menghadapi kenyataan pahit: kehilangan usaha, menanggung beban hutang, dan merawat suami yang sakit. Meski demikian, ia tak menyerah.
Di balik segala keterbatasan, ia masih memiliki satu kekuatan—keterampilan menjahit yang telah lama ia kuasai.
Kondisi tersebut membuat Ibu Yarni harus memulai kembali dari awal. Meski demikian, ia tetap berupaya bangkit dengan memanfaatkan keterampilannya menjahit .
Keterampilannya itu untuk merintis usaha konveksi pakaian adat yang disewakan untuk kebutuhan acara wisuda dan pernikahan.
Melihat kegigihan itu, Rumah Zakat melalui Relawan Inspirasi, M. Firdaus, hadir memberikan dukungan nyata berupa bantuan modal usaha.
Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk membeli bahan kain berkualitas dan perlengkapan aksesoris pakaian adat yang sebelumnya sulit ia penuhi.
Bagi Yarni, bantuan ini bukan sekadar tambahan modal, tetapi menjadi titik balik yang menghidupkan kembali semangatnya untuk bertahan dan berkembang.
“Saya harus tetap kuat. Dengan menjahit, saya bisa tetap di rumah sambil merawat suami, tapi juga tetap punya penghasilan,” tutur Yarni dengan haru.
Kisah Yarni menjadi bukti bahwa keterpurukan bukanlah akhir dari segalanya.
Dengan dukungan yang tepat, harapan dapat tumbuh kembali, bahkan dari kondisi yang paling sulit sekalipun.
Rumah Zakat terus berkomitmen untuk menghadirkan program pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Melalui intervensi ini, diharapkan pelaku usaha mikro seperti Yarni dapat kembali produktif serta meningkatkan kesejahteraan keluarga secara bertahap. ( swsma)