Keberatan Pelanggan PLN Tak Ditanggapi, Wong : PLN Harus Berikan Pelayanan Terbaik

MEDAN – Surat keberatan yang diajukan Marhusa Simamora pemilik rumah yang meteran listriknya dibongkar oleh oknum Petugas Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) pada Selasa 22 Juni 2021, kemarin belum mendapat jawaban dari PT PLN UIWSU Cq UP3 Medan.

Marhusa menyampaikan sudah setahun lebih disurati namun belum dapat jawaban atas pembongkaran meteran listrik oleh Ahsin Hariri dan Ibnu Chaldun yang keduanya merupakan oknum Petugas Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL). “Kita kecewa kenapa surat keberatan belum dibalas oleh pihak manajemen, dimana pembongkaran meteran listrik dengan tuduhan mencuri arus listrik sangat tidak beralasan,”ucapnya kepada wartawan, Jumat (02/09/22).

Dikatakannya, pembongkaran meteran listrik yang tidak masuk akal tersebut, karena rumah dikawasan Jalan Jermal Baru No.25 Medan tersebut baru beli dari Musijo AS. Dan pas pembongkaran yang dilakukan ia bersama istrinya Mei Hua tidak berada dirumah.

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

“Waktu itu hanya ada anaknya dan tamunya, bahkan ketika itu petugas P2TL, didampingi oknum TNI/Polri memaksa agar tamunya tersebut tandatangan Catherin Simamora,”ujarnya.

Ia pun tidak terima diterima mendapat denda Rp7 jutaan lebih karena sama sekali tidak pernah berbuat, selain itu adanya pemaksaan memasuki rumahnya tanpa izin dan tidak didampingi Kepala Lingkungan setempat.

Tak hanya itu, setelah pembongkaran listrik ia mendapatkan tagihan Rp500 ribu dan serta sempat diputus dan dipasang lagi dimana perbulannya dikenakan biaya Rp200 ribuan. Padahal meteran kami hanya 900 VA, dimana yang ada terpakai hanya untuk lampu, kipas angin biasa dan rice cooker.

Menyikapi itu, Anggota DPRD Medan, Wong Chun Sen Tarigan meminta pihak PLN lebih melayani pelanggannya. Dan bila ada tindakan tentunya harus dijelaskan dan bukan mempersulit pelanggan.

Terlebih mereka itu orang baru, dimana sebelumnya sudah ada yang menempati sehingga ini jelas sangat meresahkan pelanggan. “Kita minta pihak manajemen memperhatikan hal ini jangan memberatkan pelanggan,”ujarnya.

Nah kita melihat dalam kasus ini pelanggan jelas diberatkan harus membayar lebih, tak sesuai dengan pemakaian oleh pelanggan.

Sebelum mengakhiri pembicaraan, Wong Chun Sen menegaskan kepada pihak PLN terkhusus untuk para pemimpin di PLN yang ada di Kota Medan agar dapat menindaklanjuti atau memberikan sanksi kepada oknum petuga PLN dilapangan agar tidak mempermainkan masyarakat.

Kita harap kepada pihak PLN untuk mengatur anggotanya yang di bawah itu ya. Jangan sampai ini kejadian lagi, kan kasihan masyarakat, apalagi masyarakat yang tidak mampu.

Banyak juga masyarakat yang mengalami kejadian seperti itu. Kalau masyarakat tidak mau pakai token kenapa rupanya? Jangan dipaksa. Kembalikan saja meteran itu seperti sebelumnya yang dipakai dulu.

Dulu mereka pakai tidak masalah, tapi sekarang kenapa bermasalah. Itu kabel yang disambungkan langsung dari tiang listriknya saya rasa sangat berbahaya. “Itu sudah diambil meterannya tapi tiap bulannya tetap ditagih, Nah nanti PLN yang ngambil meterannya itu, kan bisa saja ada permainan seperti itu,” pungkasnya.

Recent Posts