Indosat SIGAP Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Warga  Terdampak di Aceh dan Sumut

ACEH TAMIANG– Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) salurkan bantuan kemanusiaan kepada warga di lokasi terdampak.

EVP – Head of Circle Sumatra Indosat Ooredoo Hutchison, Agus Sulistio menyebutkan, bantuan itu disalurkan ke beberapa titik lokasi seperti Aceh Tamiang, Langsa, Lhokseumawe, Pidie Jaya, Sibolga dan Medan.

Bantuan ini merupakan bagian dari inisiatif Indosat SIGAP (Siap Tanggap Keadaan Darurat) yang berada di bawah payung program Tanggung Jawab Perusahaan (CSR) pilar filantropi.

Bantuan yang disalurkan meliputi paket makanan siap santap, paket logistik makanan, obat-obatan, pakaian dewasa dan anak-anak, popok bayi, kompor gas, genset dan kebutuhan harian bagi keluarga terdampak.

Disebutkannya, seluruh paket bantuan yang dikumpulkan Indosat bersama karyawan dan mitranya dikirimkan melalui tim Indosat di lapangan untuk memastikan distribusi tersalurkan secara tepat.

“Bantuan ini diberikan sebagai respons untuk mempercepat pemulihan dari banjir melanda wilayah tersebut yang menyebabkan ribuan warga harus mengungsi dan kekurangan pasokan logistik,” ungkap Agus, Minggu (14/12/201/).

Kondisi darurat ini mendorong Indosat untuk bergerak cepat menghadirkan dukungan, khususnya bagi para pengungsi yang membutuhkan bantuan pangan, perlengkapan kebersihan, dan kebutuhan dasar lainnya.

Agus menyampaikan bantuan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan untuk mendukung masyarakat Indonesia, khususnya saat kondisi krisis.

“Kami percaya konektivitas bukan hanya tentang jaringan telekomunikasi, tetapi juga tentang kehadiran nyata di tengah masyarakat saat mereka membutuhkan,” ujar Agus.

Dia berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Aceh Tamiang, Langsa, Lhokseumawe, Pidie Jaya, Sibolga dan Medan.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan dukungan lanjutan dapat diberikan sesuai kebutuhan,” tambahnya.

Selain bantuan logistik, Indosat juga memberikan kartu perdana IM3 dan Tri untuk memastikan kebutuhan akses komunikasi masyarakat tetap terjaga.

Dengan dukungan kartu perdana dan jaringan telekomunikasi, para penyintas dapat tetap berkomunikasi dengan lebih mudah, khususnya untuk keperluan darurat dan informasi terkait upaya pemulihan.

Dikatakannya, 2 minggu pasca bencana, jaringan Indosat semakin pulih 98% di Sumbar, 94% di Sumut dan 50% di Aceh.

Tim teknis Indosat terus mempercepat pemulihan layanan melalui perbaikan jalur transport telekomunikasi serta pengoperasian sumber daya portable di berbagai titik terdampak.

Dengan langkah-langkah tersebut, Indosat telah mampu menjaga keberlangsungan layanan dasar, seperti telepon, pesan singkat, dan layanan data terbatas tetap berjalan. ( swisma)

Recent Posts