Indosat Roadshow SOS 2023, Menginspirasi Duta Kesehatan Mental Kampanyekan Anti Hate Speech

News136 Dilihat

MEDAN-Suasana di areal Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN Sumut) pada minggu pertama Nopember 2023 itu tampak beda dari hari biasanya.

Kala itu kehebohan tak terelakkan. Ratusan mahasiswa antre mengular untuk memasuki aula tempat digelarnya sosialisasi dalam rangkaian roadshow Festival Film Pendek Save Our Socmed (SOS) 2023.

Ternyata, kehebohan yang mampu “menggetarkan” kampus UIN Sumut seluas 20 hektare itu disebabkan antusiasnya mahasiswa untuk mengikuti sosialisasi.

Pasalnya kompetisi gelaran Indosat berkolaborasi dengan Narasi itu menjadi daya tarik sekaligus impian dan harapan mahasiswa. Megingat hadiah fantastis yang disediakan hingga Rp500 juta.

Kesuksesan Indosat pada event di kampus tersebut bukan saja mampu menghipnotis ratusan mahasiswa, tapi juga menginspirasi Duta Kesehatan Mental Indonesia 2023, Magradasti Senye sebagai salah seorang peserta roadshow Goes to Campus.

Sebagai pemenang tingkat nasional mewakili Aceh, ajang yang digelar Indosat itu dinilainya sangat positif dan mengedukasi. Jadi sangat pantaslah jika program tersebut didukung.

Karena itu mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Medan yang akrab disapa Ara ini merasa santai aja melangkahkan kakinya ke tempat di mana acara digelar.

Meskipun jarak tempuh yang dilalui dari kampusnya di kawasan Pancing lumayan sangat jauh sekitar 1,5 jam lamanya dengan mengendarai sepeda motor. Namun baginya itu bukanlah suatu halangan.

Melalui event tersebut, menurutnya selain menambah wawasan tentang dunia sineas, juga menginspirasinya untuk bisa berbuat seperti yang dilakukan Indosat dan Narasi.

“Sekecil apa pun itu, saya juga ingin turut mengkampanyekan anti hate speech di media sosial (medsos) melalui jejaring sosial saya sebagai komunitas Duta Kesehata Mental dan group-group di whatsapp,” kata Ara.


Dia menilai, perilaku orang yang suka menyebar hoax maupun hate speech di media sosial bisa saja dipengaruhi faktor adanya gangguan mental/ kejiwaan atau juga pengaruh ingin dikenal atau viral.

Karena itu dia menyebut program besutan Indosat bersama Narasi ini menggugah nuraninya untuk peduli mengkampanyekan anti hate speech di akun media sosialnya, seperti instagram, tiktok dan facebook.

Apalagi tema pada ajang ini diakuinya ada kesamaan dengan kompetisi yang diikutinya. Dalam topik bahasannya dia mengangkat kasus pembullyan dan kaitannya dengan kesehatan mental baik bagi korban maupun pelaku.

Ancam Persatuan

Dukungan yang sama juga diungkapkan dosen Fisipol Universitas Sumatera Utara, Drs Heri Kusmanto MA PhD.

Dia mengapresiasi Indosat, karena program itu dinilainya termasuk kontribusi bagi negeri dalam mengedukasi masyarakat Indonesia bijak bermedia sosial, dengan tujuan mencapai kedamaian, dan toleransi.

Menurutnya, banyak hal yang perlu disampaikan kepada masyarakat, terutama bagi anak muda agar bijak berperilaku di dunia maya.

Perilaku penyebaran ujaran kebencian atau hate speec dan hoax di media sosial, dinilainya bukan saja bisa menista dan mencemarkan nama baik orang lain tapi juga bisa membuat orang menjadi  terhasut dan terprovokasi.

Dosen Pasca Sarjana ini menyebutkan, akibat penyebaran informasi hoax dan ujaran kebencian itu bahkan bisa menjadi ancaman bagi kesatuan dan persatuan bangsa. Apalagi seperti saat ini Indonesia memasuki tahun politik 2024 yang rentan konflik jika tidak disikapi dengan bijak.

”Kita mengimbau kepada masyarakat, khususnya anak muda akan bahaya dan kerugian bila menyebarkan berita-berita bohong dan ujaran kebencian. Sekalipun melalui medsos, perbuatan itu tetap bisa diproses secara hukum,” ucapnya.

Diakuinya, di satu sisi, media sosial memberikan dampak positif jika penggunaannya sesuai peruntukan dan dilakukan dengan bijak, yakni bisa untuk berkomunikasi dengan siapa pun tanpa adanya hambatan jarak. Selain itu bisa juga dimanfaatkan sebagai sumber informasi seperti lowongan pekerjaan, berita hiburan, isu global dan sebagainya.

“Namun semua kemudahan informasi yang bergulir di media sosial itu harus pandai-pandai menyaringnya agar tidak terjebak berita hoax, apalagi ditambahi dengan ujaran kebencian,” katanya.

Di era digitalisasi saat ini, diakuinya masyarakat memang bebas berkreasi tanpa batas. Tapi tetaplah jaga etika dan adab dalam menyampaikan aspirasi maupun informasi di media sosial.

Dia berharap dengan adanya roadshow di kampus Fisipol USU ini memberikan manfaat bagi mahasiswa untuk makin bijak berkreasi, namun tetap dengan norma dan aturan, karena kebebasan itupun tetap dilandasi hukum dengan UU ITE.

Ribuan Pendaftar

Roadshow goes to campus Festival Film Pendek SOS 2023 tampaknya juga “berbuah manis”. Hal itu ditandai dengan tingginya animo peserta mendaftar untuk mengirimkan karyanya mengikuti kompetisi tersebut.

Pasca dibuka pendaftaran pada 26 Oktober 2023 hingga saat ini tercatat di website mendekati 2.700 registrasi. Sedangkan tahap registrasi untuk submit karya pada Desember dan pengumuman pemenang dijadwalkan Februari 2024 mendatang.

Bijak Berkreasi

Kompetisi pembuatan film pendek bertemakan ‘Bicara Baik di Digital, Hindari Emosi Tanpa Substansi’ ini bertujuan menginspirasi anak muda Indonesia agar bijak dalam menggunakan media sosial sekaligus meningkatkan literasi digital mereka.

SVP-Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison, Steve Saerang mengatakan media sosial merupakan rumah dari berbagai karya dan tempat berkolaborasi bersama.

“Media sosial harusnya jadi tempat yang nyaman untuk kita, bukan tempat menebar kebencian. Melalui kampanye ini, Indosat mengajak generasi muda untuk #BijakBerkreasiTanpaBatas,” katanya.

Kekuatan cerita dan visual pada kompetisi itu, katanya ditekankan dapat menyebarkan pesan perdamaian, kesetaraan, dan toleransi. Jadi dengan dukungan teknologi dan digitalisasi diharapkan dapat mengubah dunia serta membangun masyarakat lebih inklusif dan peduli dengan sesama.

Menurut Steve, ujaran kebencian itu dapat menjadi awal terjadinya polarisasi. Hal inilah menjadi pendorong Indosat untuk berkontribusi menyampaikan narasi positif di dunia digital melalui pendekatan kreatif.

Steve berharap kampanye program Festival Film Pendek SOS ini dapat menginspirasi berbagai pihak untuk bergotong royong menciptakan media sosial sebagai tempat yang lebih bermakna untuk kita nyaman dan aman  berekspresi,

Kolaborasi

Senada dikatakan Founder Narasi, Najwa Shihab. Inisiatif Indosat menyelenggarakan Festival Film Pendek SOS 2023, katanya patut didukung.

“Sebagai kawan kolaborasi, kami punya semangat serupa, melawan penyebaran ujaran kebencian. Apalagi, kita sudah memasuki hari-hari jelang pesta demokrasi yang rentan menjadi lahan subur ulah tingkah informasi yang memecah belah,” katanya.

Lewat film-film pendek ini diharapkan dapat memberikan suara dan gagasan yang dibutuhkan tentang kesetaraan, toleransi, dan perdamaian.

CSR Indosat

Sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, Indosat memiliki program corporate sosial responsibility atau CSR Indosat di pilar Pendidikan Digital.

“Jadi melalui ajang Festival Film Pendek SOS ini merupakan implementasi bagian dari tanggung jawab sosial atau CSR Indosat,” ungkap AVP Corporate Brand Activation IOH, Siti Sarah Rdfirdausy

Sarah menyebutkan, program Festival Film Pendek SOS 2023 digelar mengikuti kesuksesan yang sama sejak 2021. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan literasi digital di kalangan anak muda khususnya di universitas.

Pada event roadshow ini selain diadakan di UIN Sumut, Rabu (8/11/2023) juga digelar di aula Fisipol kampus Universitas Sumatera Utara, Kamis (9/11/2023).

Pada program itu memiliki rangkaian kegiatan seperti roadshow ke berbagai kampus, sosialisasi, workshop pelatihan, seleksi penjurian, dan acara pengumuman pemenangnya.

Untuk workshop pelatihan akan menyajikan lokakarya online dengan menghadirkan para pakar perfilman meningkatkan keterampilan para peserta.

Aktifitas roadshow kampus diselenggarakan di empat kota, mulai dari Medan, Jember, Pontianak dan Makassar. Kegiatan sosialisasi juga dilakukan di enam kota lainnya, yaitu Palembang, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, dan Mataram.

“Jadi anak muda yang ada di kota lainnya tetap bisa mengikuti kompetisi dengan mengirimkan karya secara online. Nantinya, hasil karya dari pemenang kompetisi akan ditampilkan dalam acara Anugerah Karya Festival Film Pendek SOS 2024 mendatang,” papar Sarah.

Antusias

Pada media update festival film pendek SOS 2023 di Medan mendapat antusias dari para mahasiswa UIN Sumut dan Universitas Sumatera Utara.

Di UIN Sumut, selain dihadiri Assistant Vice President (AVP)-Head of Direct Sales Prepaid Region Sumatra Indosat Ooredoo Hutchison Idil Darwan dan Siti Sarah juga nara sumber dari Creative Concept & CCO Narasi TV Jovial da Lopez. Tampil juga Produser sekaligus sutradara film, Diana Srimilana Saragih

Idil Darwan pada sambutannya menyebutkan dengan tranformasi digital diharapkan kemanfaatannya bisa dinikmati pelanggan secara positif. Apalagi saat ini penduduk Indonesia pengguna sosial media, sekira 60%.

Dari jumlah itu kemanfaatan internet digunakan sekelompok user mendeliver informasi yang tidak baik, seperti bullying, hoax, hate speech.

Menyikapi hal itu Indosat berupaya mengedukasi dan memberikan literasi kepada mahasiswa melalui SOS goes to kampus. Tujuan dari acara ini, kata Idil adalah untuk memberikan literasi dan kampanye anti-hate speech.

Senada dikatakan Jovial da Lopez. Kegiatan yang diinisiasi Indosat memberikan edukasi kepada generasi muda Indonesia. Menurutnya pada event itu bertujuan agar tidak menyebarkan informasi hoax dan hate speech.

Sedangkan latar belakang kegiatan ini, katanya dikarenakan penetrasi digital yang sangat tinggi menyebabkan berbagai tantangan dan dilema dalam mengadaptasi teknologi baru.

Dia meyakini dengan ajang ini akan lebih menarik jika yang berbicara juga anak muda. Apalagi disampaikan dengan cara yang menarik pula.

“Kita upayakan dicari jalan tengah dalam mengkomunikasikan sesuatu agar bisa ditangkap anak muda dengan tetap memperhatikan substansi dan keseruannya,” kata Jovial.

Dia menilai penggunaan media sosial saat ini seringkali substansi ditinggalkan dan lebih mencari like, comment dan views serta viralitas. Karena itu melalui Festival Film Pendek SOS ini, sangat tepat untuk mengedukasi anak muda.

Sedangkan Diana Srimilana Saragih selaku produser sekaligus sutradara mengimbau anak muda sebelum memposting sesuatu di sosial media agar melakukan pertimbangan berulang-ulang.

“Pasalnya postingan itu bisa di-repost orang lain berjuta kali. Jika infonya hoax bisa dibayangkan berapa banyak anak muda yang tersesat dengan informasi yang tak benar,” ungkapnya.

Selaku sineas Kota Medan dia sangat mendukung kompetisi Festival Film Pendek SOS 2023. Dia juga berharap melalui ajang ini bisa digelorakan anak muda untuk berhenti melakukan penyebaran berita hoax dan hate speech serta mengkampanyekan melalui festival film pendek SOS 2023.

Sementara itu Wakil Dekan Administrasi Umum dan Keuangan UIN Sumut, Dr Abdul Karim Batubara mengapresasi dan bangga kampus UIN Sumut menjadi tuan rumah sosialisasi Festival Film Pendek SOS 2023.

Dengan dipilihnya UIN Sumut sebagai penyelenggara roadshow goes to campus oleh Indosat semoga memberi dampak positif. Diharapkan juga akan menghasikan generasi muda yang paham litetasi baik digital dan informasi.

Melalui ajang ini dia juga berharap para mahasiswa bisa melahirkan film yang benuansa pendidikan, sosial, budaya dan agama serta tidak mengkaitkan dengan SARA.

“Apalagi memberikan informasi bohong dan ujaran kebencian. Agama manapun melarang umatnya melakukan perbuatan yang tercela dan merugikan orang lain,” ucapnya.

Melalui event ini dia berharap mulai sekarang dan ke depannya agar masyarakat Indonesia terutama anak muda menghentikan perbuatan yang menyalahi peraturan dan hukum  karena bisa mengancam kedamaian Bangsa dan Negara. (swisma)