Hadiri Dies Natalis FEB USU, Erick Thohir: Kampus Harus Bertransformasi Hadapi Disrupsi Global

News266 Dilihat

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN
Menteri Badan usaha Milik Negara (BUMN)  Erick Thohir mengatakan, saat ini dunia sedang menghadapi disrupsi yang sangat berat. Tak hanya disrupsi digitalisasi, tetapi juga disrupsi pasar global dan kesehatan.

“Bahkan jika kita lihat di pasar global
dengan adanya G20, semua negara di dunia mendorong transformasi,”  kata Erick Thohir saat menghadiri perayaan Dies Natalis ke-60, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (FEB
USU), Kamis ( 25/11/2021).

Kehadiran Menteri BUMN Erick Thohir dalam acara Economic Outlook 2022 bertema “Strengthening Indonesia with Civilized Economic” itu diselenggarakan di aula FEB USU secara hybrid.

Dalam paparan yang dipandu Dekan FEB USU Dr Fadli, Menteri BUMN itu menyebutkan tidak setuju jika supply chain memakai Sumber Daya Alam Indonesia untuk pertumbuhan bangsawan.

“Sudah saatnya, kita harus menjadi sentra pertumbuhan dunia, tetapi market kita harus menjadi market pertumbuhan bangsa kita,” ucapnya.

Menurut Erick Thohir, disrupsi teknologi juga sangat menyeramkan. Top 10 besar perusahaan di Amerika yang dulunya berbasis SDA, saat ini tujuh di antaranya sudah berbasis teknologi.

“Artinya, disrupsi ekonomi untuk digitalisasi bukan sesuatu yang bisa dihindari. Kita siap nggak ketika booming, generasi muda, bonus demografi kita. Indonesia punya market dan SDA, namun SDM kita menjadi tantangan,” tuturnya.

Dalam mendukung peningkatan kualitas SDM itu, kampus juga harus bertransformasi, Kementerian BUMN sendiri membuka kesempatan sebesar-besarnya kepada para mahasiswa sebagai generasi muda untuk dapat belajar dan berpraktik langsung di dunia industri.

“Bagaimana generasi muda bekerja diawali vokasi dan training. Kerja sama magang sudah dilakukan. BUMN memiliki banyak sektor, mulai dari perbankan, logistik, telekomunikasi. Kita sangat terbuka melakukan itu,” ujarnya.

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

Erick Thohir juga mengapresiasi lulusan USU yang banyak memiliki posisi penting di BUMN



Disebutkannya di BUMN ini sudah banyak embrio dari USU. Contohnya, Wakil Dirut BTN, Dirut Mandiri Taspen dan Direktur Bank Mandiri Kepatuhan.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah menyampaikan, BUMN diminta dapat menumbuhkan ekonomi lebih baik dengan banyak menerap tenaga kerja dari universitas, khususnya USU.

“Dengan hal itu, BUMN dapat membawa hal yang baik bagi wilayah Sumut, menumbuhkan ekonomi melalui BUMN yang ada di Sumut,” ucap Wagubsu.

Ia juga mengucapkan selamat ulang tahun untuk FEB USU dan berharap dapat berkolaborasi dengan BUMN untuk menumbuhkan ekonomi Sumut.

Berbicara mengenai kompetensi kampus yang dikolaborasikan dengan BUMN, Rektor USU Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si  menyampaikan bahwa USU memiliki tema riset yang unggul di internasional. Jika dikembangkan, tema itu dapat mendukung kemajuan bangsa.

“Mahasiswa konsentrasi dengan riset dan pengabdian masyarakat. Mahasiswa yang sudah tertanam perspektif praktisnya akan lebih mudah untuk diserap dunia kerja,” kata rektor.

Rektor berharap, sinergi antara dunia kampus dan BUMN agar dilakukan secara masif.

Dalam acara tersebut, Menteri BUMN, Erick Thohir juga berkesempatan untuk menabalkan nama gedung aula FEB yang baru, yakni Aula Prof.Dr. Suradji Hadibroto dan juga pemberian buku yang berjudul “60 Gagasan FEB USU untuk Indonesia”.

Buku tersebut merupakan kumpulan gagasan-gagasan dari akademisi dan ekonom FEB USU untuk memperbaiki ekonomi Indonesia di tahun 2022. ( swisma)