Gencatan Senjata Disepakati, Rumah Zakat Rencanakan Tambah Pendistribusian Bantuan

News39 Dilihat

MEDAN -Kabar mengenai kesepakatan gencatan senjata di Gaza menjadi hal yang disyukuri oleh semua pihak, termasuk lembaga zakat dan kemanusiaan seperti Rumah Zakat.

Hal itu berarti Rumah Zakat dapat menyalurkan bantuan dengan lebih mudah dan lebih besar dari sebelumnya kepada masyarakat Gaza yang merupakan titipan dari para donatur dan mitra sesuai dengan kebutuhan.

Chief Program Officer Rumah Zakat, Murni Alit Baginda mengatakan, Rumah Zakat sangat bersyukur atas keputusan gencatan senjata yang telah disepakati akan dilakukan mulai Ahad, 19 Januari 2025.

“Ini artinya kita bisa mulai melakukan program distribusi bantuan untuk tahap pemulihan selain juga melanjutkan bantuan dasar,” ungkap  Murni, Jumat (17/1/2025).

Murni menyebut kerusakan yang terjadi di Gaza membutuhkan waktu hingga 15 -20 tahun untuk merekonstruksinya.

PBB pun memprediksi dibutuhkan dana hingga Rp643 triliun untuk proses pembangunan kembali Gaza.

Disebutkannya, pada masa gencatan senjata, Rumah Zakat memiliki serangkaian program untuk mendukung proses pemulihan Gaza.

Program tersebut antara lain pembangunan hunian sementara, fasilitas ibadah, kesehatan, dan pendidikan sementara, serta bantuan ekonomi.

Menurutnya, dukungan dari semua pihak untuk terwujudnya program-program di masa gencatan senjata pasti dibutuhkan.

Rumah Zakat pun terus membuka peluang kolaborasi dengan semua untuk membantu pemulihan Gaza.

Kebutuhan dasar seperti makanan, air, obat-obatan, pakaian, dan logistik lainnya pun akan tetap disalurkan mengingat perekonomian di Gaza masih belum pulih.

“Masyarakat Gaza kehilangan hartanya di masa peperangan,” ujar Murni.

Pada Januari ini, Rumah Zakat akan mengirimkan relawan kemanusiaan untuk mengawal pendistribusian baik dari Mesir atau Yordania serta bekerja sama dengan NGO lokal di Gaza.

Rumah Zakat sudah memiliki rencana untuk mendistribusikan 20.000 paket hot meal, 500 paket pakaian keluarga, 400 paket food basket, 50 truk air bersih, 400 paket sayur, 400 paket roti, 200 paket nutrisi untuk bayi, 200 paket hygiene kit, 10 unit container shelter, dan 2 unit masjid darurat.

“InsyaAllah untuk container shelter mulai dibangun pada pekan ketiga Januari. Sementara masjid darurat pada pekan keempat,” kata Murni.

 

#LoveForPalestine

Pada 2025 ini, Rumah Zakat akan meneruskan gerakan #LoveForPalestine sebagai upaya untuk mendukung kemerdekaan dan perdamaian tercipta di Palestina.

Chief Marketing Officer Rumah Zakat, Didi Sabir menyebut ada empat ajakan yang disuarakan melalui gerakan #LoveForPalestine.

“Pertama adalah tetap berisik di media sosial dengan membagikan konten Palestina dengan menggunakan hashtag #LoveForPalestine dan #FreePalestine,” kata Didi

Kedua, sebutnya, melakukan boikot produk yang mendukung aksi genosida. Ketiga, ikut aksi damai sebagai dukungan menyuarakan kemerdekaan Palestina.

Kemudian, mengirimkan bantuan semampunya untuk membantu masyarakat Palestina mulai dari masa tanggap darurat hingga rekonstruksi nanti.

Terakhir, bersama dengan lembaga kemanusiaan lainnya mendorong kolaborasi semua pihak untuk mendirikan pos bersama bantuan.

“Alhamdulillah hingga 16 Januari 2025, Rumah Zakat telah mendistribusi bantuan titipan donator dan mitra kepada 944.000 penerima manfaat di Gaza,” ungkapnya.

Rumah Zakat berkomitmen untuk terus hadir dalam proses recovery dan rekonstruksi kembali Gaza, untuk itu pihaknya memohon dukungan dari berbagai pihak terutama masyarakat.

“Dukungan dari masyarakat dapat berupa dukungan dari zakat, infak, sedekah atau dana kemanusiaan lainnya,” pungkas Didi.  (swisma)