DPRD Medan Soroti Kinerja Camat Medan Deli Terkait Bantuan CSR

News514 Dilihat

GLOBALMEDAN – Medan : Setelah Camat Medan Deli Fery Suhery SSos didemo warganya terkait dugaan penyimpangan pemilihan Kepala Lingkungan (Kepling) Selasa kemarin (15/3/2022). Kini Camat yang menjabat sejak Tahun 2015 di Kecamatan Medan Deli terus disorot soal bantuan yang tidak disalurkan.
Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Medan Haris Kelana Damanik mempertanyakan penyaluran bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) yang datang dari sejumlah perusahaan di kawasan Medan Deli. Bukan itu saja Haris juga meminta penjelasan penyaluran bantuan sosial dan lingkungan yang bersumber dari perusahaan bagi masyarakat.
Kepada wartawan, Rabu (16/3/2022) Haris Kelana Damanik mengatakan banyak dugaan penyimpangan penyaluran CSR yang dilakukan Camat dan anak buahnya. Laporan dugaan penyimpangan itu diterima Haris dari warga dimana bantuan sembako yang bersumber dari perusahaan tidak dibagikan Camat kepada warga secara benar.
Untuk itu kata Haris, patut dilakukan audit terhadap oknum Camat terkait dugaan penyimpangan penyaluran bantuan CRS di Kecamatan Medan Labuhan. “Kita dapat laporan dari warga ada dugaan penyimpangan bantuan CSR,” ujar Haris.
Sebelumnya, Haris Damanik juga telah memberikan statemen terkait kinerja Camat yang diduga melakukan kecurangan soal perekrutan Kepling. Bahkan Haris minta Walikota Medan M Bobby Afif Nasution supaya cepat menyikapi keluhan warga yang menggelar unjuk rasa menuntut pencopotan Camat Medan Deli.
Sementara itu, ketika hal tersebut dikonfirmasi wartawan kepada Camat Medan Deli Ferry Suhery SSos, Rabu sore (16/3/2022) melalu handphone berdalih dengan menyebut, bahwa bantuan CSR yang diterima dari perusahaan tetap disalurkan kepada masyarakat.
“Bantuan CSR yang kita terima dari perusahaan dan kita teruskan ke Lurah dan Lurah ke Kepling, itu semua lengkap pakai tanda terima,”sebut Fery. (rizky)

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.