Desa Amplas jadi Percontohan Sadar BPJS, Kades Edi Purwanto Ajak Warga Daftar jadi Peserta

News934 Dilihat

PERCUT SEI TUAN – Program Desa Sadar BPJS ketenagakerjaan, merupakan upaya strategis pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada seluruh pekerja di desa guna mendorong kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.

Desa Amplas menjadi Desa Percontohan Sadar BPJS, tercatat sejak tahun 2015 lalu. Desa Amplas ditunjuk karena kemajemukan dan pengetahuan mereka yang paham pentingnya BPJS ketenagakerjaan.

Hal ini dijelaskan, Kepala Desa Amplas, Edi Purwanto, saat di temui di kantornya di Jalan Protokol Dusun I Desa Amplas, baru-baru ini.

lebih lanjut dijelaskannya, salah satu syarat sebuah desa dinobatkan menjadi Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan,
dengan terdaftarnya seluruh aparatur desa pada program perlindungan tersebut.

“Disamping itu, Desa Amplas ditetapkan sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, tidak terlepas dari partisipasi dan dukungan dari seluruh perangkat desa dalam mendorong terwujudnya jaminan sosial bagi warga desa Amplas khususnya, mengingat di desa ini cukup banyak para pekerja, seperti petani, pembantu rumah tangga, nelayan dan pekerja bangunan,” ungkapnya.

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

Untuk itulah pihaknya terpanggil dalam mewujudkan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi warga Desa Amplas Kecamatan Percut Sri tuan khususnya,
sehingga kedepan bagi warga yang sudah menjadi peserta jaminan sosial ketenagakerjaan BPJS sudah tenang di rumah.

Mengingat Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ini sudah mengcover hal-hal yang membantu untuk meringankan beban bagi para pesertanya. Seperti Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Pensiun dan Jaminan Kematian.

“Hingga saat ini sudah lebih 2000 jiwa warga desa Amplas terdaftar menjadi peserta jaminan sosial ketenagakerjaan.
Diharapkan bagi warga desa Amplas yang belum menjadi peserta jaminan sosial ketenagakerjaan kerjaan untuk segera mendaftar menjadi peserta jaminan sosial ketenagakerjaan BPJS, mengingat iuran perbulannya cukup ringan,” jelas Edi Purwanto, Kades Amplas Kecamatan Percut Sei Tuan kabupaten Deli Serdang. (RS)