Ciptakan Ramah Lingkungan, Pupuk Indonesia Siap Jadi Produsen Green Ammonia Asia

News66 Dilihat

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN-PT Pupuk Indonesia (Persero) meyakini siap menjadi pemain utama di Asia untuk pengembangan blue dan green ammonia.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Bakir Pasaman menyebutkan, kesiapan Pupuk Indonesia pada kedua jenis ammonia ini sangat dibutuhkan untuk keperluan energi ramah lingkungan dunia.

Pasalnya selain berpotensi menjadi pemain utama di Asia, pengembangan blue dan green ammonia sebagai sumber energi ramah lingkungan, juga menjadi salah satu upaya perusahaan untuk mendukung target penurunan emisi karbon.

Upaya mewujudkan hal tersebut, Pupuk Indonesia sudah melakukan berbagai macam kerjasama. Bahkan telah memiliki peta jalan atau roadmap, yang terdiri dari tiga tahap.

Ketiga tahap itu, yakni pertama tahap jangka pendek pada 2023-2030, Pupuk Indonesia mulai memanfaatkan sumber energi terbarukan berasal dari hydro power yang diperoleh dari PLN sekaligus mengurangi emisi.

Sumber energi ini mulai menggantikan pemakaian minyak atau gas bumi sebagai sumber pembangkit listrik pada pabrik pupuk.

Sumber energi Itu, kata Bakir sudah ada di pabrik Pupuk Kujang dan Petrokimia Gresik. Tahun depan akan diterapkan mulai dari Pusri Palembang, Pupuk Kaltim, dan Pupuk Iskandar Muda.

” Ini yang bisa kita lakukan dalam short term,” sebut Bakir.

Pupuk Indonesia juga akan melakukan revamping atau pengembangan pabrik pupuk untuk meningkatkan efisiensi energi dan penurunan emisi karbon, serta pengembangan green ammonia dengan memanfaatkan pabrik eksisting.

Menurutnya emisi kabron juga akan dimanfaatkan untuk pengembangan produk Soda Ash yang bermanfaat sebagai bahan baku bagi industri kaca, keramik, dan sebagainya.

Bakir optimis siap menghilangkan CO2 dengan mulai mengkonversi ke dalam bentuk lain. Misalnya soda ash yang bahan bakunya itu adalah carbon dioxide, ini bisa dikonversi menjadi soda ash dan bisa mengurangi emisi CO2. Dengan pengurangan energi yang berlebihan, maka karbon yang dibuang menjadi lebih sedikit.

Pada jangka menengah, yaitu pada periode 2030-2040. Pada tahap ini, Pupuk Indonesia mulai mengembangkan blue ammonia.

Dijelaskannya karbon yang terbentuk dari proses produksi ammonia ini dapat diinjeksikan ke dalam tanah melalui Carbon Capture Storage (CCS).

Injeksi karbon ini akan lebih efisien jika dilakukan pada reservoir sumur minyak ataupun gas tua di Indonesia. Untik hal ini Pupuk Indonesia  sudah melakukan studi dengan sejumlah perusahaan dari Jepang.

Sedangkan tahap ketiga atau jangka panjang dilakukan dengan strategi pada periode 2040-2050.

Pada tahap ini, kata  Bakir Pupuk Indonesia grup akan melakukan pengembangan pabrik baru green ammonia dengan skala komersil yang diproduksi menggunakan sumber energi terbaru seperti pembangkit tenaga air atau hydro power dan geothermal demi mewujudkan industri ramah lingkungan

Disebutkannya banyak perusahaan di dunia sudah mulai mengembangkan green dan blue ammonia. Ammonia sendiri merupakan media untuk mendistribusikan hidrogen sebagai sumber energi masa depan.

“Kita yakin Pupuk Indonesia grup
dapat menangkap peluang ini dan
bisa menjadi pemain utama. Selain  Pupuk Indonesia memiliki fasilitas juga sangat berpengalaman dalam pengelolaan produksi dan penyimpanan ammonia,” ungkap Bakir.

Untuk mewujudkan hal tersebut, kata Bakir membutuhkan investasi yang besar. Pupuk Indonesia sudah memiliki kerjasama dengan Pertamina dan PLN untuk memanfaatkan ammonia untuk mendukung penyediaan energi baru dan terbarukan.

Raih Penghargaan

Upaya Pupuk Indonesia mengurangi emisi karbon atau dekarbonisasi itu mendapat apresiasi dengan meraih dua penghargaan “Emisi Korporasi 2022”.

Tidak tanggung-tanggung kedua penghargaan tersebut diraih Pupuk Indonesia dengan kategori Green untuk Transparansi Penurunan Emisi Korporasi Sektor BUMN dan kategori Platinum untuk Transparansi Perhitungan Emisi Korporasi Sektor BUMN.

VP Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana selaku mewakili manajemen, menyebutkan penghargaan ini adalah bentuk pengakuan publik atas upaya perusahaan dalam meningkatkan efisiensi konsumsi energi hingga pemanfaatan energi baru dan terbarukan.

“Pupuk Indonesia dinilai telah mencapai level kemajuan signifikan dalam penurunan emisi yang mengacu pada standar Greenhouse Gas Protocol. Upaya ini merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap program penurunan emisi atau net zero emission pemerintah yang ditargetkan tercapai pada 2060,” kata Wijaya.

Tentunya penghargaan tersebut, katanya berkat kerja keras seluruh karyawan dan manajemen, serta atas dukungan pemerintah melalui kementerian-kementerian terkait.

Ke depannya Pupuk Indonesia akan semakin gencar dalam penurunan emisi. Diantaranya dengan penggunaan energi baru dan terbarukan, hingga pemanfaatan teknologi baru untuk menghasilkan produk-produk ramah lingkungan.

Penghargaan yang diraih Pupuk Indonesia diselenggarakan Berita Satu Media Holding, Majalah Investor, dan Bumi Global Karbon (BGK) Foundation yang terbukti sukses melakukan penurunan emisi karbon atau emisi gas rumah kaca dan kemudian mempublikasikannya. ( swisma)