Cerdas Hadapi Tantangan Hoaks Jelang Pemilu 2024

News61 Dilihat

MEDAN – Perubahan zaman telah memasuki sesi percepatan dan kemudahan manusia dalam mengakses informasi.

Perkembangan teknologi yang cepat dapat membuka ruang akses informasi cukup dari genggaman saja.

“Namun satu hal yang lebih penting dari sekedar mendapatkan informasi tersebut yaitu kebenaran dan keakuratan dalam informasi tersebut,” ucap Meutya Viada Hafid pada seminar Literasi Digital yang digelar Dirjen APTIKA Kementerian Kominfo bekerjasama dengan Komisi I DPR RI.

Ketua Komisi I DPR RI tersebut menambahkan, tantangan yang dihadapi bersama jelang Pemilu 2024 adalah gelombang tsunami berita hoax yang dapat memecah belah rasa persaudaraan berawal dari media sosial yang berdampak buruk di kehidupan sosial.

Menurutnya suasana yang diharapkan adalah suasana damai dalam mendukung proses tahapan demi tahapan pemilu 2024.

“Minimal kita dapat mengontrol diri dan lingkungan terdekat supaya menghadirkan suasana yang aman, kondusif, dan damai,” ungkapnya belum lama ini.

Devis Abuimau Karmoy, praktisi Media juga menambahkan, untuk menghadapi tsunami informasi ini harus punya ukuran atau etika supaya tidak terjadi keributan dan tidak terjadi konflik.

Selain itu agar Indonesia menjadi negara yang tetap aman dan tentram.

“Karena etika itu mengajak kita untuk rasional dan bertanggung jawab,” katanya.

Sependapat dengan Devis Abuimau, seorang Pegiat Media Politik Rizki Saragih juga menambahkan, masyarakat perlu mengontrol diri dan selektif terhadap informasi yang diterima.

Menurutnya banyak sekali yang menyebarkan berita hoax mengatasnamakan instansi sehingga masyarakat seringkali salah paham.

“Sebab itu yang paling penting sebenarnya bagaimana kita bisa selektif terhadap informasi,” ujarnya.

Pengguna internet yang hebat, katanya adalah jika dia bisa memverifikasi informasi yang begitu banyak dan memilih informasi mana yang layak untuk di share dan tidak layak untuk dipercaya.( swisma)