Bulog Sumut Pastikan Stok Beras Aman Hadapi Pasca Bencana dan Nataru

News192 Dilihat

MEDAN – Pasca dampak bencana alam dan memenuhi kebutuhan jelang natal dan tahun baru ( Nataru) 2026, Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara meyakini pasokan beras aman dan harga terkendali di wilayah ini

” Kami pastikan cadangan pangan disiagakan penuh untuk mengantisipasi gangguan distribusi maupun lonjakan permintaan,” kata Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, Rabu (31/12/2025).

Keyakinannya itu  disampaikannya kepada pers saat pemaparan persediaan pangan menyambut 2026 didampingi Deputi Direktur Bank Indonesia (BI) Sumut Abdul Khalim serta Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sumut Fitra Kurnia.

Dijelaskannya, sejumlah daerah di Sumatera Utara diketahui terdampak banjir dan tanah longsor pada akhir November lalu.

Kondisi tersebut berpotensi mengganggu ketersediaan bahan pangan strategis seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir, menyusul kerusakan lahan pertanian serta terputusnya akses logistik darat di beberapa wilayah.

Menyikali hal itu Budi  menegaskan pihaknya telah menyiapkan langkah antisipatif melalui dukungan sarana dan prasarana pergudangan yang memadai serta tersebar di seluruh daerah.

“Kita pastikan di mana pun berada, gudang Bulog selalu dalam kondisi memiliki stok yang cukup,” sebut Budi

Budi menjelaskan Bulog Kanwil Sumut memiliki 35 unit gudang yang tersebar di 18 titik dengan kapasitas penyimpanan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai 73.000 ton.

Saat ini, stok beras CBP di Sumatera Utara tercatat sekitar 42.000 ton, termasuk di wilayah terdampak bencana seperti Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah dengan total sekitar 750 ton.

Seiring penetapan status tanggap darurat oleh Gubernur Sumatera Utara pada 30 November 2025 di 16 kabupaten/kota, Bulog telah menyiapkan penyaluran CBP sebanyak 6.527 ton untuk 1.864.857 warga terdampak.

Disebutkannya, hingga kini, realisasi penyaluran telah mencapai 4.551 ton kepada 1.300.434 warga.

Sedangkan sisanya sebanyak 1.976 ton masih berada di gudang Bulog dan siap disalurkan setiap saat sesuai kebutuhan di lapangan.

Tak hanya untuk wilayah Sumatera Utara, Bulog Kanwil Sumut juga menyalurkan bantuan beras CBP ke Provinsi Aceh sebanyak 340 ton.

Dari jumlah itu masing-masing ke Aceh Tamiang 90 ton, Takengon 200 ton, dan Gayo Lues 50 ton.

” Penyaluran ini didukung BPBD, Pemerintah Provinsi Sumut, serta TNI AU melalui Lanud Soewondo untuk jalur udara,” paparnya.

Selain itu termasuk juga pengiriman 40 ton ke Kota Langsa melalui jalur laut dengan dukungan TNI AL Koarmada I Belawan.

Selain penanganan bencana, beras CBP juga dialokasikan untuk program Bantuan Pangan (Banpang) dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Untuk alokasi Banpang Oktober–November 2025, Bulog Sumut telah menyalurkan bantuan kepada 757.680 Penerima Bantuan Pangan (PBP) atau sekitar 89,7 persen, berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng per penerima.

Sementara itu, hasil pemantauan Bulog di pasar tradisional dan ritel modern menunjukkan kondisi pasokan pangan masih lancar dan harga relatif stabil.

Bulog pun terus menggencarkan pasokan komoditas strategis guna menjaga keseimbangan antara permintaan dan ketersediaan.

Budi menyebutkan, hingga saat ini distribusi berjalan lancar dan harga di pasaran masih terkendali.

“Bulog terus menyalurkan beras, minyak goreng, dan gula pasir untuk mengantisipasi potensi gejolak harga,” pungkas Budi.

Berkoordinasi

Deputi Direktur Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara, Abdul Khalim, mengatakan peran Bulog sangat strategis dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan, terutama pasca bencana dan di tengah tantangan cuaca ekstrem serta meningkatnya konsumsi masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara Bulog, pemerintah daerah, dan Bank Indonesia sangat penting untuk menjaga inflasi tetap terkendali.

Ketersediaan stok yang cukup serta distribusi yang lancar , katanya menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga pangan di Sumatera Utara.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Perindag ESDM) Sumatera Utara, Fitra Kurnia, menyatakan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung langkah Bulog menjaga ketahanan pangan daerah.

Menurutnya, Pemprov Sumut terus berkoordinasi dengan Bulog dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan pasokan pangan aman dan harga tetap stabil, khususnya menjelang Nataru.

“Pengawasan distribusi serta kesiapan stok menjadi fokus utama,” ujar Fitra Kurnia.

“Dengan stok yang memadai serta dukungan lintas sektor, kita yakin Bulog Sumut mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan stabilitas harga tetap terjaga, baik dalam kondisi darurat bencana maupun pafa periode Natal  dan Tahun Baru 2026. ( swisma)