Audisi Perdana di Medan, SCTV Cari Generasi Baru Penyanyi Pop lewat The Icon Indonesia

News221 Dilihat

MEDAN – Membuka awal  2026, SCTV langsung menggebrak dengan membuka peluang bagi anak muda bertalenta di bidang tarik suara melalui ajang pencarian bakat terbaru bertajuk The Icon Indonesia.

Program ini menjadi ajang pertama SCTV yang secara khusus dirancang untuk menemukan penyanyi muda masa depan dengan kualitas lebih dari sekadar idola.

Rangkaian audisi offline The Icon Indonesia dibuka di kota pertama yakni, Medan pada Minggu (25/1/ 2026) di kampus Universitas Medan Area Jalan Kolam Medan Estate

VP Planning, Scheduling & Research Development SCTV, Doni Arianto, mengatakan ajang ini disiapkan untuk melahirkan sosok penyanyi yang benar-benar memiliki karakter kuat.

“Harapannya, finalis nanti bisa menjadi ikon pop Indonesia masa depan,” ujar Doni.

Dikatakannya, audisi digelar di empat kota besar. Medan menjadi kota pembuka yang selanjutnya berlangsung di Universitas Negeri Makassar pada 1 Februari 2026 menghadirkan Betrand Putra Onsu sebagai juri tamu.

Kemudian audisi bergeser ke  Bandung pada 8 Februari 2026 di Universitas Widyatama, dan ditutup di Jakarta pada 15 Februari 2026.

Dari empat kota tersebut, SCTV akan memilih 24 peserta terbaik untuk melaju ke Jakarta dan berkompetisi di tahap selanjutnya.

Dipilihnya Medan sebagai kota pertama audisi, kata Doni karena memiliki kedekatan historis dengan SCTV serta dikenal memiliki banyak talenta berbakat.

Disebutkannya, SCTV sangat kuat di Medan dan secara historis setiap menggelar kegiatan pencarian bakat, talenta-talenta dari Medan selalu muncul luar biasa dari kota ini.

Audisi The Icon Indonesia terbuka bagi solois pria dan wanita berusia 14 hingga 25 tahun, memiliki kemampuan bernyanyi pop, serta tidak terikat dengan label rekaman mana pun.

“SCTV membuka kesempatan emas ini agar generasi muda Indonesia berani menunjukkan karakter vokal dan potensi musikalnya dan siap berkiprah profesional di industri musik nasional,” sebut Doni.

SCTV sudah memulai audisi online The Icon Indonesia sejak pertengahan Januari 2026, menjaring talenta dari kota-kota yang terkendala jarak untuk hadir langsung ke audisi offline terbuka di Medan, Makassar, Bandung, dan Jakarta.

Namun audisi offline terbuka akan menjadi pengalaman berharga yang berbeda, karena para peserta terpilih akan bertatap muka langsung dengan para juri profesional mendapatkan motivasi khusus dari penyanyi dan musisi profesional yang hadir di tiap kotanya.

Sementara itu, audisi online yang dibuka sejak awal Januari 2026 telah menjaring hampir 1.000 pendaftar dari berbagai daerah.

Audisi ini juga dimeriahkan kehadiran sejumlah penyanyi dan musisi Tanah Air yang turut menjadi juri dan menyapa langsung para peserta.

Di Medan, Rizwan Fadilah hadir menyapa peserta audisi. Selanjutnya, akan hadir Betrand Putra Onsu di Makassar, Stevan Pasaribu di Bandung, serta Ardhito Pramono di Jakarta.

Selain audisi offline dan online, SCTV juga menggelar special hunt sejak Desember dengan mendatangi sekolah, sekolah musik, label, dan komunitas musik.

“Kami datang langsung ke sekolah-sekolah, sekolah musik, label, dan komunitas musik untuk mencari talenta potensial,” jelasnya.

Hasil seleksi dari seluruh jalur audisi akan diumumkan setelah tahap audisi Jakarta selesai pada 15 Februari 2026. Program ini direncanakan tayang mulai April 2026.

Pengumuman akan dilakukan setelah audisi terakhir di Jakarta.

Menurutnya, The Icon Indonesia fokus pada kemampuan vokal sekaligus karakter penampilan.

“Kami ingin mencari ikon pop baru Indonesia, jadi bukan hanya suara, tapi juga karakter performanya,” ujarnya.

Para finalis nantinya akan mendapat pembinaan serta peluang tampil dalam berbagai program musik SCTV.

Pemenang juga disiapkan untuk berada di bawah naungan manajemen dan label rekaman yang bekerja sama dengan SCTV.

Selain iti pemenangnya nanti akan dikontrak sesuai kerja sama kami dengan manajemen dan label.

Ia menegaskan ajang ini merupakan program original dari in-house production SCTV.

“Kami bukan membeli format luar. Harapannya kalau sukses, justru bisa kami bawa ke negara lain,” ungkapnya optimis.

Rizwan Fadilah atau yang akrab disapa Njan, selaku juri tamu di Kota Medan menyatakan kekagumannya atas bakat-bakat yang ditunjukkan para peserta.

Dikatakannya, antusias peserta Medan  luar biasa, dari pagi hingga sore semua bersabar mengantri dan menunjukkan performance terbaiknya.

“Semoga bisa mendapatkan hasil yang terbaik dan semakin banyak lagi talenta muda yang siap bersinar di audisi ‘The Icon Indonesia’ kota selanjutnya,” ujar Njan. ( swisma)