MEDAN () – Angin kencang menerjang Kota Medan pada Selasa (10/6/2025) pagi hingga siang hari menyebabkan kerusakan ruko, rumah serta pohon tumbang di badan jalan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi angin kencang akan terjadi 2 hingga 3 hari ke depan.
Prakirawan BMKG Wilayah I Medan, Martha Manurung mengatakan, peristiwa ini dipicu oleh adanya bibit Siklon Tropis 92W di wilayah Filipina.
“Analisis sementara menunjukkan adanya bibit Siklon Tropis 92W di bagian barat Filipina membuat masa udara di bagian barat Sumatera Utara (Sumut) bergerak ke arah timur saat melewati pegunungan bukit barisan,” ucapnya kemarin.
BACA JUGA : MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.
Martha mengatakan, kondisi tersebut dapat menyebabkan hujan di wilayah bagian barat pegunungan. Sementara di bagian timur mengalami angin kencang.
“Bagian bawah masa udara tersebut menyebabkan hujan di bagian barat pegunungan, sedangkan di bagian timur mengalami angin kencang yang kering ditandai oleh arah angin baratan dengan kecepatan angin hingga 22 knot atau 44km/jam,” ujarnya.
Martha juga menjelaskan, kelembaban udara mencapai hingga 51 persen yang berlangsung dari pagi hari hingga siang hari. BMKG pun memprediksi kondisi seperti ini terjadi 2–3 hari ke depan.
Martha memastikan, angin kencang tidak ada kaitannya dengan fenomena angin puting beliung. BMKG akan menyampaikan hasil analisis terbaru apabila ada perubahan pada Rabu (11/6/2025) hari ini.
“Masyarakat diharapkan waspada kondisi tersebut, karena suhu udara dapat meningkat, diikuti dengan kelembapan udara yang cukup rendah, dan kecepatan angin yang juga meningkat,” katanya.
Dari sejumlah pantauan di beberapa lokasi di Kota Medan, angin kencang mengakibatkan sejumlah bangunan rusak.
Selain merusak kaca sebuah ruko di Mega Park, Kapten Muslim Medan, sejumlah atap rumah warga juga terbang diterangkan angin.
Selain itu angin kencang juga membuat sejumlah pohon besar tumbang di beberapa ruas jalan, salah satunya simpang Jalan Sudirman Medan.