Amburadul, Warga Protes Kontraktor Pengerjaan Drainase Jalan Jermal 17

MEDAN – Warga yang bermukim di kawasan Jermal 17, mengeluhkan pengerjaan drainase oleh kontraktor CV Tri Murti yang terkesan amburadul.

Warga sesungguhnya sangat mendukung pengerjaan drainase dengan pemasangan U-Ditch di kawasan tersebut. Karena hal itu merupakan salah satu harapan warga, yang kemudian diwujudkan Wali Kota Medan melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU).

Namun, pengerjaan yang amburadul dan berlarut-larutnya pemasangan cover U-Ditch oleh kontraktor, membuat warga kesal. Tidak hanya jalanan begitu becek saat hujan, dan berdebu tebal saat terik, namun warga juga merasa terganggu karena akses ke rumahnya terbatas.

Warga bahkan tidak bisa leluasa mengeluarkan kenderaan dari rumah. Bagi pemilik rumah yang ingin menggunakan kendaraan roda empat, mustahil untuk keluar. Begitu juga bagi pengendera roda dua, lebih memilih memesan grab, karena repotnya mengeluarkan kenderaan.

Yang sangat disesali warga, kondisi ini tidak berlangsung 1-3 hari saja. Kondisi ini ada sudah berlangsung lewat bulan di Jalan Jermal 17.

Pemasangan cover (penutup) U-Ditch belum seluruhnya, dan tumpukan tanah juga masih terlihat di beberapa titik jalan. Cover U-Ditch terpasang hanya sebagian, meski proyek pengerjaan oleh kontraktor, sudah berlangsung lama.

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

Tampak drainase yang belum dipasang penutup, menganga lebar dan dalam. Kondisi drainase yang hampir selebar badan jalan, tampak ‘menyeramkan’ dan membahayakan pengguna jalan.

Apalagi, kawasan tersebut padat pemukiman dan banyak anak-anak. Kondisi ini menambah kekuatiran warga.

“Apa kontraktor menunggu sampai ada korban, baru penutup drainasenya dipasang?,” kesal Said Ilham SH, seorang warga yang bermukim di Jermal 17, Rabu (28/8/2023).

Said kemudian menunjuk ke arah parit yang belum terpasang cover U-Ditch. Tampak parit menganga lebar dan dalam, yang kondisinya begitu membahayakan pengguna jalan.

Warga yang melintas mesti ekstra hati-hati, kalau tidak mau tergelincir dan tercebur ke drainase berdinding beton dan dalam itu.

“Naik sepeda motor aja susah bang. Jalan licin saat hujan. Belum lagi, jalan semakin kecil, karena termakan drainase yang hampir separuh jalan,” ujarnya.

Saat ini, pengerjaan drainase sudah menyentuh ujung Jalan Jermal 17 di simpang Jermal 12. Selama 3-4 hari terakhir, para pekerja melakukan pengorekan parit dan pemasangan U-Ditch di bagian itu.

Warga pun meradang. Pengorekan yang dilakukan tepat di sepanjang pintu masuk rumah-rumah warga, mulai meresahkan. Penyebabnya, karena pengerjaan itu terkesan berlarut-larut dan amburadul.

Beberapa rumah warga terputus saluran air bersihnya akibat pengerokan parit. Padahal, air merupakan kebutuhan dasar rumah tangga yang begitu penting sehari-hari.

“Sudah 2 hari ini kesulitan air bersih. Air terputus seharian, tidak bisa apa-apa. Kayak hari ini bang. Repot kali. Terpaksa mencari rumah yang punya sumur sampai ke jalan seberang, minta air untuk kebutuhan di rumah. Mau buang air kecil saja susah, karena kuatir kekurangan air di bak bang,” ungkap warga lainnya.

Menurutnya, kontraktor semestinya segera memperbaiki pipa air bersih ke rumah warga yang terputus, jangan sampai berlarut-larut. Minimal ada solusi dari kontraktor, bila aliran air bersih ke rumah warga diputus.

“Jangan pula kontraktornya saja yang dapat untung, di atas derita warga. Tanggung jawablah. Jangan suka hatinya memutus air ke rumah warga dan dibiarkan lama begini. Kontraktornya enak-enak dapat proyek, kita yang dibuat sengsara,” ungkapnya.

Tidak puas dengan cara kerja kontraktor, sejumlah warga akan segera melakukan demo di kantor Wali Kota Medan, mengadukan kondisi tersebut.

anggota Komisi IV DPRD Medan Dedy Aksyari Nasution.

Sementara itu, sebelumnya anggota Komisi IV DPRD Medan Dedy Aksyari Nasution juga telah berkali-kali menyoroti metode pengerjaan para kontraktor pengerjaan U-Ditch di Kota Medan.

“Jika pemasangan U-Ditch yang dilakukan oleh kontraktok salah maka manfaatnya tidak ada. Bahkan menimbulkan masalah baru. Metode pemasangannya tidak main-main. U-Ditch dipasang berpasangan, jadi setiap pasang harus pas dan harus ditutup dengan benar. Tidak ada celah untuk air keluar atau merembes,” ujarnya beberapa waktu lalau saat meninjau beberapa lokasi pemasangan U-Ditch yang dikeluhkan warga.

Kemudian, terkait tanah galian drainase untuk pemasangan U-Ditch juga tidak boleh dibiarkan menumpuk di badan jalan, karena menjadi penyebab kemacetan. Seharusnya setelah digali, tanah langsung diangkat segera. Sehingga tanah sisa hasil galian tidak menumpuk di badan jalan.

“Kami juga menghimbau agar kontraktor yang tidak memenuhi syarat dalam pengerjaan proyek harus ditindak tegas. Jangan terlibat dalam proyek-proyek di lingkungan Pemko Medan,” ujarnya. (Red)

Recent Posts