Wisuda 2.656 Lulusan, Rektor USU Minta Alumni Terapkan Lifelong Learning

Edukasi218 Dilihat

MEDAN-Universitas Sumatera Utara (USU) mewisuda 2.656 lulusan periode I tahun akademik 2025/2026.

Pada periode ini, 97 lulusan magister dan 223 lulusan program profesi meraih predikat cum laude, Jumat-Sabtu, (28-29/11/2025).

Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si dalam sambutannya berharap para wisudawan yang baru dilantik terus menerapkan lifelong learning untuk mencapai kesejahteraan berkelanjutan.

Dikatakannya, meraih gelar dan diwisuda adalah proses yang tidak mudah. Itu yang dinamakan sebuah proses.

“Proses tersebut akan berulang pada saat wisudawan berada di dunia kerja yang nyata, itu disebut dengan lifelong learning,” ujar Prof. Mury.

Ia mengatakan setiap orang akan mengalami fase yang berbeda dalam proses kehidupannya.

Perubahan setiap fase kehidupan membutuhkan adaptasi dan cara berpikir manusia tentang nilai, sistem kerja, dan kesejahteraan.

Nilai yang diyakini seseorang akan menuntun dirinya memberikan manfaat atau tidak yang ada dalam sistem kerja yang menjamin kesejahteraan.

Pada pidato berjudul Jalan Menuju Kesejahteraan yang Berkelanjutan itu, Prof. Mury menekankan tentang pentingnya produktivitas yang hanya bisa dihasilkan dari inovasi dan kerja keras.

Inovasi dan kerja keras menjadi dua kata yang tidak terpisahkan dalam dunia kerja.

Menurutnya tidak mungkin seseorang bisa berinovasi jika tidak bekerja keras, itu disebut mimpi atau angan-angan.

Begitu juga sebaliknya, jika seseorang hanya bekerja keras tanpa inovasi, mirip seperti labirin, tidak pernah punya jalan keluar untuk mendapatkan yang diinginkan.

‘Inovasi dan kerja keras akan bisa memberi dampak kesejahteraan karena bersumber dari kepercayaan yang lahir dari dalam diri sendiri,” tegasnya.

Prof. Mury menjelaskan, inovasi, kerja keras, kepercayaan dan fairness hanya bisa dibangun melalui pendidikan yang mengasah hard skill dan soft skill.

Seseorang dengan kemampuan hard skill akan menghasilkan produk yang spesifik dalam bidang pekerjaan tertentu, terukur, dapat diajarkan dan dibuktikan.

Prof. Mury juga menyinggung kisah keberhasilan Zohran Mamdani dalam pemilihan Walikota New York dan menjadikannya sebagai walikota muslim pertama sekaligus yang termuda.

Disebutkannya, kalau  mencermati apa yang terjadi dalam politik Amerika di New York City saat ini, memberi pelajaran bahwa di negara yang sangat mengagungkan kebebasan individu, ternyata persepsi tentang cara mencapai kesejahteraan masih sangat beragam.

Meskipun dikeetahui  New York City dipandang sebagai ibu kota finansial dunia dan sebagian besar warga dunia memimpikan untuk tinggal dan menetap di kota itu.

“Justru keberagaman dan perbedaan dalam sejarah New York City membuat kota tersebut, setidaknya sampai saat ini, masih dianggap sebagai ibu kota finansial dunia yang berdiri kokoh,” katanya.

Prof Mury menegaskan Inovasi, kerja keras, kepercayaan dan fairness menjadi satu kesatuan yang harus dilakukan terus menerus oleh setiap alumni USU.

Lifelong learning harus tertanam di dalam komitmen diri setiap alumni sebagai cara merespons perubahan yang terjadi dan sangat sulit diprediksi.

Prof. Muryanto juga memaparkan keberhasilan USU dalam meraih pengakuan internasional.

Ia menjelaskan peringkat USU di QS World University Rankings naik dari 1222 pada 2021 menjadi 1001 pada 2025.

Untuk QS Asia University Rankings, kita juga meningkat dari 501 menjadi 268.

Selain itu jumlah program studi berakreditasi unggul bertambah dari 70 menjadi 81, dan akreditasi internasional sudah mencapai 28 prodi.

Prof. Mury meminta agar lulusan USU untuk terus belajar sepanjang hayat.

“Teruslah bekerja keras, teruslah berinovasi, dan jangan pernah berhenti belajar. Jadilah pribadi yang membawa nilai kepercayaan, keadilan, dan kolaborasi ke manapun Saudara/i melangkah,” pungkasnya.

Sebanyak 2.656 lulusan yang diwisuda berasal dari program Doktor : 22 Orang,  Magister : 261 Orang,  Pendidikan Spesialis : 40 Orang,

Program Dokter Jenjang Magister : 73 Orang, Pendidikan Profesi : 340 Orang, Program Sarjana : 1.668 Orang, dan Program Diploma : 252 Orang. ( swisma)