UMSU Lepas 296 Mahasiswa Program Kampus Mengajar

MEDAN – Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara melepas 296 mahasiswa lintas fakultas yang lolos pada program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Kampus Mengajar (KM) Batch 7.

Pelepasan tersebut dilakukan Rektor UMSU Prof Dr Agussani MAP diwakili Wakil Rektor III Dr Rudianto MSi secara daring, Selasa (13/2/2024).

Kampus Mengajar program MBKM menjadi konsern dan diminati mahasiswa UMSU. Pada batch ke-7 ini, animo dan jumlah mahasiswa sangat tinggi dengan 2 dosen pendamping yang lolos.

PIC Kampus Mengajar sekaligus Wakil Dekan 3 FKIP, Dr Hj Dewi Kesuma Nasution MHum menyampaikan program KM batch 7 dilakansakan pada 16 Februari di semester ganjil. Seluruh peserta akan menginspirasi selama 6 bulan di beberapa SD, SMP dan SMK.

“Program Kampus Menjagar ini tujuannya untuk meningkatkan adaptasi teknologi hingga lingkugan berbudaya literasi dan numerasi. Jadi, jangan terkesannya mengajar tapi memberikan informasi baru dalam merancang dan mendesain pembelajaran,” pesan Dr. Dewi.

WR III Dr. Rudianto dalam sambutannya membekali dan memotivasi para peserta KM yang disebutnya sebagai mahasiswa berprestasi.

“Mahasiswa tidak usah khawatir dengan kendala-kendala sehingga bisa fokus dengan program KM ini. Kalian tidak mengambil peran guru, tapi jadi motivator dan aktivis yang bisa menggerakan siswa,” ujar Rudianto.

Dia berharap kehadiran mahasiswa dapat membawa semangat baru bagi lingkungan mengajar mereka.

“Tidak membawa masalah tapi mampu menjadi inspirator bagi siswa dan guru,” ucapnya.

Pada kesempatan ini, Anjeli Wulandari dari Fakultas Hukum mewakili peserta KM Batch 7 mengucapkan terima kasih karena UMSU sangat memfasilitasi program-program MBKM.

“Alhamdulillah saya ditempatkan di salah satu SD di Batam. Di sana tingkat literasinya masih rendah dan butuh diajarkan teknologi tapi SDMnya masih kurang,” ungkapnya.

Berangkat dari latar belakang itu dia mengikuti KM ini, sesuai dengan motivasi saya untuk berdampak kepada masyarakat dan menjembatani dengan memberikan pengetahuan teknologi.

Mahasiswa yang lolos itu terdiri 219 dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 34 dari  Agama Islam, 20 dari  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 15 dari Ekonomi dan Bisnis, 4 dari Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, 3 dari  Pertanian, 1 dari Hukum, dan 1 mahasiswa Fakultas Teknik. (swisma)

Recent Posts