UISU Gelar Diskusi Pakar Pengembangan Bahasa Melayu

Edukasi261 Dilihat

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN-Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) gelar diskusi pakar dengan tema pengembangan bahasa daerah Melayu di Indonesia di Ruang Serbaguna Pusat Administrasi UISU Medan.

Acara tersebut digagas UISU bekerjasama dengan dengan Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (PW ISMI Sumut) dan dilaksanakan melalui aplikasi zoom.

Rektor UISU Dr. H. Yanhar Jamaluddin, MAP dalam sambutannya menjelaskan,  tema pelaksanaan diskusi pakar itu sejalan dengan program dari renstra UISU tentang kearifan local. Salah satunya terkait bahasa Melayu di Indonesia.

Rektor saat opening speech menjelaskan kegiatan yang rutin dilakukan UISU itu dalam upaya mengembangkan budaya akademik.

“Selain dilaksanakan dalam bentuk bidang pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan juga dakwah Islamiah,” ujarnya, Jumat (3/6/2022).

Rektor UISU mengatakan diskusi pakar ini merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan budaya akademik.

Terkait tema diskusi pakar yang digelar pada Jumat (20/5/2022) itu bertujuan untuk mengkaji keberadaan dan perkembangan bahasa Melayu dari pendekatan sejarah yang merupakan emrio dari bahasa Indonesia.

Pihaknya berharap diskusi pakar ini dapat menjadi langkah awal kolaborasi antara UISU dengan PW ISMI Sumut untuk saling membesarkan dan memebrikan manfaat kepada kedua institusi.

Rektor juga mengucapkan terimakasih kepada PW ISMI Sumut yang telah bersedia berkolaborasi dengan UISU untuk menggelar kegiatan itu.

Hadir dalam kegiatan itu, Ketua PW ISMI Sumut Drs.H. Abdul Rahim serta 3 narasumber  yakni; Kepala Balai Bahasa Sumatera Utara Dr. Maryanto, M.Hum sebagai, Dekan Fakultas Ilmu Budaya USU Dr. Dra. T Thyrhaya Zein, M.A  dan Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Unimed Dr. Abdurahman Adisaputera, M.Hum.

Selain dihadiri Pengurus PW ISMI Sumut kegiatan yang dilaksanakan secara virtual itu juga dihadiri jajaran Dekan di lingkungan UISU.

Pada kesempatan yang sama,  Ketua PW ISMI Sumut Drs. H. Abdul Rahim dalam sambutannya mengatakan bahasa Melayu adalah bahasa nasional yang harus terus dikembangakan.

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

Dikatakannya, UISU telah mengambil peran yang sangat penting untuk menghasilkan rumusan-rumusan yang bisa diberikan kepada pemerintah yang terkait dan juga pihak-pihak yang berkepentingan dalam upaya untuk melestarikan Bahasa daerah Melayu

Pihaknya juga mengucapkan terimakasih atas kesediaan UISU untuk bersama-sama dengan PW ISMI Sumut menggelar kegiatan diskusi pakar terkait bahasa Melayu.

Acara yang dirangkai dengan penandatanganan kerjasama antara UISU dan PW ISMI itu diharapkan dapat ditindaklanjuti dengan berbagai aktivitas program yang dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi dimasa-masa mendatang. (swisma)