Tingkatkan Wawasan Global, Undhar Gelar Konferensi Antar Bangsa

Edukasi87 Dilihat

MEDAN-Upaya meningkatkan daya saing sumber daya manusia agar mampu berwawasan global, pendidikan tinggi memiliki peranan yang sangat signifikan untuk mencapai tujuan tersebut.

Menyikapi hal itu, Universitas Dharmawangsa (Undhar) Medan gelar The 1st Annual Dharmawangsa International Conference 2023, Kamis (14/9/2023).

Kegiatan digelar di kampus Undar Jalan Yos Sudarso Medan itu bertajuk, “Strategi dan Inovasi Dalam Pengembangan Dunia Akademik dan Peningkatan Kapasitas Berkelanjutan”.

Konferensi Antar Bangsa itu dibuka Rektor Undhar Dr Zamakhsyari bin Hasballah Thaib Lc, MA diikuti secara daring dan luring mahasiswa Undhar dan Malaysia.

Tampil sebagai narasumber Kepala LLDikti Sumatera Utara Prof Dr Saiful Anwar Matondang MA, Ph.D, Prof Dr Kusbianto MHum (guru besar Universitas Dharmawangsa).

Selain itu Fauzia K Sali Latif LPT, MST (Mindanao State University Filipina), Dr Narita Mhd Noor dan Rosmani binti Ali (Institut Pendidikan Guru Malaysia).

Rektor Undhar Dr Zamakhsyari  menyebutkan internasionalisasi kampus sudah terjalin dua tahun terakhir di masa pandemi Covid.

Disebutkannya, Universitas Dharmawangsa saat ini sudah menjalin kerjasama lebih dari 12 perguruan tinggi mulai dari India Vietnam, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Malaysia.

“Kerja sama itu merupakan salah satu wujud implementasi kita di kampus Undhar,” ujarnya.

Rektor berharap wawasan para mahasiswa juga sudah global jangan lagi persaiangan di tingkat lokal tapi sudah internasional.

Menurut rektor, bagi dosen kegiatan ini kesempatan yang sangat efisien dengan harga sangat murah bisa berbicara di level internasional.

“Jika kita satu-persatu pergi keluar negeri, tentu akan memerlukan biaya besar untuk membayar tiketnya. Jadi
Konferensi Antar Bangsa ini sudah semestinya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ucapnya.

Dijelaskan rektor, usai konferensi para peserta mengikuti tridarma perguruan tinggi mengunjungi beberapa sekolah di Sialangbuah, Deliserdang dengan menyebar bibit-bibit benih ikan sekaligus membandingkan tingkat pendidikan di daerah pesisir.

Senada dikatakan Guru Besar Undhar Prof Dr Kusbianto SH MHum yang juga tampil sebagai narasumber

Dia mengatakan, perguruan tinggi harus berkolaborasi dengan perguruan tinggi di luar negeri.

Pasalnya Undhar sudah siap go internasional karena sudah berkolaborasi antar bangsa, seperti dengan Mindanao State University Filipina dan Institut Pendidikan Guru Malaysia.

“Hal itu dilakukan untuk peningkatan kualitas bagi Dharmawangsa, karena ini juga merupakan suatu respon program dalam visi dan misi universitas,” sebut Kusbianto yang juga Direktur Pascasarjana Undhar.

Prof Kusbianto mengakui kolaborasi internasionalisasi kampus diawali dengan berbagai kegiatan konferensi atau seminar internasional.

Mungkin juga ada pertukaran mahasiswa dan dosen dengan perguruan tinggi di luar negeri, menyangkut pengembangan akademik dan inovasi strategis, kurikulum perkuliahan dan lainnya.

“Ke depan bagaimana sistem pendidikan bisa membuat mahasiswa ini lebih baik lagi secara keilmuan maupun kompetensi keilmuan berguna diterapkan untuk di masyarakat,” harapnya.

Disebutkannya, internasionalisasi kampus Merdeka yang dicanangkan Mendikbudristek Nadiem Makarim, sangat terbuka dan sangat mudah.

Kemajuan teknologi internet tanpa batas dan cepat diakses saat ini menjadikan perguruan tinggi yang mempunyai daya saing di tingkat global.

Dia berharap kegiatan ini memotivasi para dosen lebih kompetitif.

Sekarang ini industri pendidikan kita sudah global. Pasalnya, perguruan tinggi luar negeri asing sudah banyak masuk ke Indonesia.

“Dosen Undhar harus meningkatkan daya saing khususnya di LLDikti Wilayah I Sumut. Perguruan tinggi swasta dan negeri tak cukup hanya kerjasama tapi harus implementasi langsung dalam program nyata,” paparnya.

Penilaian BAN-PT bukan hanya kerjasamanya saja tetapi implementasinya yang lebih yang yang dinilai sekarang untuk pemeringkatan.

Kerjasama sebatas kertas naskah, tapi dalam bentuk kertas kerja formal belum bisa kita jadikan satu ukuran bahwa perguruan tinggi itu sudah Go internasional,” jelasnya. ( ref)