Prof. Dr. Dra. Ivan Elisabeth Purba, SH,M.Kes: Perlu Kolaborasi dan Dukungan Pemerintah untuk Percepatan Sumut Raih Kota Sehat

Edukasi66 Dilihat

MEDAN-Ketua Senat Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia, Asima Sirait MKes mengukuhkan Rektor USM Indonesia Prof. Dr. Dra. Ivan Elisabeth Purba SH MKes menjadi guru besar universitas tersebut dalam sidang terbuka senat, Kamis (6/2/2025).

Pengukuhan yang digelar
di Hall Ign Washington Purba, kampus USM Indonesia Jalan Kapten Muslim Medan itu diisi dengan penyampaian orasi ilmiah oleh Prof. Dr. Dra. Ivan Elisabeth Purba SH MKes berjudul “Kota Sehat: Kontribusi Daerah Menuju Indonesia Emas 2045”.

Dalam pidator pengukuhan guru besarnya itu, Ivan meyampaikan perkembangan program kota sehat di Sumatera Utara yang menunjukkan tren peningkatan meskipun masih menghadapi berbagai tantangan.

Provinsi Sumatera Utara telah melakukan pembinaan Kota Sehat di kabupaten/kota hingga 2023, tercatat masih  11 daerah yang masuk dalam kategori sehat.

Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dari 33 kabupaten/kota yang ada di Sumatera Utara, persentase Kota Sehat meningkat dari 27,3% pada 2022 menjadi 33,3% di 2023.

Disebutkan Ivan, angka ini  masih jauh di bawah target nasional, yakni 73,9% pada 2023. Bahkan Sumut  tertinggal dibandingkan provinsi lain di Sumatera seperti Kepulauan Riau, Sumatera Barat, dan Jambi yang telah mencapai 100%.

Terkait dengan tantangan dalam percepatan pelaksanaan program Kota Sehat di Sumatera Utara, hasil in-depth interview menunjukkan bahwa belum optimalnya dukungan dari pemerintah kabupaten/kota.

Selain itu, masih kurangnya peran dan koordinasi lintas sektoral sehingga kegiatan sosialisasi kepada masyarakat pada umumnya dan stakeholders termasuk para tokoh formal dan informal di tingkat kecamatan, desa/kelurahan, RW, dan RT belum terlaksana sebagaimana mestinya.

Keterbatasan anggaran baik dari pemerintah pusat maupun daerah juga menjadi kendala dalam pengembangan program kota sehat di Sumatera Utara.

Menurutnya, kesadaran dan keterlibatan aktif masyarakat adalah kunci utama dalam program kota sehat.

Sebab dengan lingkungan yang bersih, air yang layak konsumsi, dan sanitasi yang baik, kualitas hidup masyarakat akan meningkat.

Ivan berharap pemerintah daerah dapat lebih aktif dalam mendukung program ini, baik melalui penyediaan anggaran maupun intensifikasi promosi kota sehat.

Dengan kerja sama yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan, Sumatera Utara diharapkan dapat mengejar ketertinggalan dan mewujudkan lebih banyak kota sehat di masa depan.

Untuk itu Ivan menyebutkan perlunya dukungan kolaborasi dan sinergi pemda dan stakeholder serta partisipasi masyarakat dalam mewujudkan kota sehat.

Di lain pihak, dengan adanya tantangan transisi epidemiologi memerlukan dorongan pemerintah dan kesadaran masyarakat dalam mencegah faktor risiko penyakit menular seperti kebiasaan merokok dan pola makan yang tidak sehat, serta kurangnya aktivitas fisik.

” Peningkatan urbanisasi juga mernicu kerusakan lingkungan, karena mengubah lahan alarni menjadi perkotaan,” papar Ivan

Kemudian kurangnya lahan terbuka hijau, terjadinya kemacetan lalu lintas, polusi Ildara dan suara, pertumbuhan daerah kumuh, menciptakan ketimpangan ekonomi, dan menimbulkan masalah sosial masih menjadi tantangan percepatan raihan kota sehat.

Keberadaan Forum Kabupaten/Kota Sehat, Forum Komunikasi Kecamatan, dan Pokja Desa/Kelurahan yang sudah terbentuk secara lengkap di 13 Kabupaten/Kota di Sumatera Utara dapat dijadikan sebagai mitra strategis intjk bersama-sama menyelesaikan tantangan tersebut.

Pada pengukuhan tersebut hadir
Ketua Yayasan USM Indonesia, Dr Parlindungan Purba SH MM, Kepala LL Dikti Sumut, sejumlah profesor dari berbagai daerah dan bidang keilmuan, serta Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, tokoh agama, tokoh masyarakat RE Nainggolan, akademisi dan undangan lainnya

Sebelumnya Ketua Yayasan USM Indonesia Parlindungan Purba mengalungkan selempang pengukuhan kepada Prof Ivan Elisabeth Purba.

Dalam sambutannya, Parlindungan Purba menyebutkan, pengukuhan Guru Besar Prof Dr Ivan Elisabeth Purba di USM Indonesia menjadi catatan sejarah yang sangat penting bagi kampus USM Indonesia.

Parlindungan mengaku bangga atas pencapaian Rektor USM Indonesia dan diharapkan menjadi inspirasi bagi civitas akademika pada umumnya di USM Indonesia pada khususnya.

“Kami berharap pencapaian sosok akademisi dan pimpinan USM Indonesia yang kita banggakan ini akan memberikan dampak besar bagi dunia pendidikan serta membawa USM Indonesia semakin maju,” katanya.

Kepala LLSumut Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang MA PhD memberikan apresiasi kepada Prof Ivan.

Dia melihat Prof Ivan sebagai seorang guru besar yang multidisiplin. Pencapaian ini, katanya merupakan hasil dari perjalanan panjang Prof. Ivan Elisabeth Purba selama lebih dari 25 tahun di dunia akademik.

Menurutnya menjadi Guru Besar bukan sekadar jabatan, tetapi tugas berat sebagai ilmuwan, pendidik, dan kontributor bagi masyarakat.

Ia menegaskan sistem akademik di Indonesia harus lebih fleksibel dalam menilai kelayakan seorang dosen untuk meraih jabatan fungsional tertinggi. Beda dengan di negara maju, multidisiplin sudah lazim. Namun, di Indonesia masih ada kekakuan administratif yang menghambat.

Turut memberikan sambutan Kepala BGN Dadan Hindayana. Dia mengaku mengenal baik Prof Ivan Elisabeth sebagai seorang yang gigih dan ulet dalam belajar.

“Saya mengenal Prof Ivan mulai dari peralihan sekolah tinggi menjadi USM Indonesia. Kemudian, ikut membimbing Prov Ivan mengambil Doktor. Sekarang, ikut menyaksikan pengukuhan guru besar di USM Indonesia,” ujarnya.

Tokoh masyarakat Sumut RE Nainggolan juga mengaku bangga dengan Prof Ivan Elisabeth Purba.

Dia berkeyakinan, Prof Ivan akan terus melangkah maju hingga menjadi tokoh nasional dari Sumatera Utara.( swisma)