MEDAN-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dorong
perguruan tinggi perkuat prestasi mahasiswa Universitas Medan Area (UMA) agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
” Saat ini perguruan tinggi pentingnya melakukan penguatan kompetensi di abad ke-21 kepada para mahasiswa agar terpacu berprestasi baik di tingkat nasional maupun global,” kata Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan ( Belmewa) Ditjen Dikti Kemendiktisainte, Dr. Beny Bandanadjaja, ST MT .
Pada kegiatan Brainstorming Penguatan Ekosistem Prestasi Kemahasiswaan di kampus UMA Jalan Kolam Estate, Beni menyebutkan, mahasiswa merupakan aktor strategis dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Karena itu, perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk karakter, kepemimpinan, daya saing global, serta kepedulian terhadap masyarakat.
Dijelaskan Beny, transformasi pendidikan tinggi harus mampu menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, transformasi digital, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Dalam paradigma kampus berdampak, mahasiswa diposisikan sebagai agen perubahan yang mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat.
Direktur Belmawa ini pada ceramahnya menyampaikan materi bertajuk “Kemahasiswaan Berdampak: Membangun Mahasiswa Unggul, Berkarakter, dan Berdaya Saing.”
Materi tersebut menekankan bahwa pengembangan kemahasiswaan bukan sekadar aktivitas pendukung, melainkan menjadi pilar utama dalam transformasi pendidikan tinggi menuju kampus berdampak.
Disebutkannya dengan penguatan kompetensi abad ke-21 itu, mahasiswa dipacu memiliki prestasi dengan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, literasi komunikasi, literasi digital.
Selain itu juga untuk mampu pemahaman lintas budaya, hingga pembelajaran karier dan kemandirian sebagai bekal menghadapi tantangan global.
Dalam paparannya, Beny juga memperkenalkan Sistem Informasi Manajemen Pemeringkatan Kemahasiswaan (SIMKATMAWA).
Pada sistem itu sebagai instrumen nasional untuk mendorong perguruan tinggi meningkatkan kualitas layanan kemahasiswaan, mengembangkan minat dan bakat mahasiswa, serta mengukur kinerja perguruan tinggi secara berkelanjutan.
Selain itu, katanya Direktorat Belmawa juga terus menjalankan berbagai program unggulan seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW).
Kemudian Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), PIMNAS, KMI Expo, serta berbagai kompetisi nasional lainnya sebagai wadah mahasiswa mengembangkan inovasi dan prestasi.
Beny berharap perguruan tinggi mampu menjadi ekosistem pengembangan talenta mahasiswa sehingga lahir generasi berkarakter, berintegritas, inovatif, dan memberikan dampak nyata bagi bangsa melalui kebijakan kemahasiswaan yang adaptif dan berkelanjutan.
Rektor UMA, Prof. Dr. Dadan Ramdan M.Eng M.Sc menyebutkan, prestasi mahasiswa merupakan prioritas utama dalam pengembangan perguruan tinggi.
“”Prestasi itu sangatlah penting. Prestasi itu harga mati, kalau tidak berprestasi mati saja,” tegas Prof Dadan, Kamis (12/8/2026)
Menurut dia, ungkapan tersebut merupakan bentuk motivasi agar seluruh sivitas akademika memiliki semangat juang yang tinggi dalam membangun budaya kompetisi sehat.
Ia menekankan bahwa mahasiswa UMA harus berani tampil, mengikuti berbagai kompetisi, serta terus meningkatkan kualitas diri agar mampu membawa nama baik universitas di berbagai ajang.
Rektor juga mengajak seluruh fakultas untuk membangun sistem pembinaan prestasi yang terstruktur, mulai dari penjaringan talenta, pendampingan dosen, hingga pemberian dukungan bagi mahasiswa yang mengikuti kompetisi akademik maupun nonakademik.
Melalui kegiatan Brainstorming Penguatan Ekosistem Prestasi Kemahasiswaan ini UMA menegaskan komitmennya dalam membangun budaya prestasi mahasiswa.
Kegiatan yang berlangsung di Hj. Siti Mariani Conference Room, Lantai III Gedung Perpustakaan UMA pada Jumat (24/7/2026) ini menjadi momentum strategis untuk perkuat arah pengembangan prestasi mahasiswa UMA agar mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
Acara tersebut juga dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan Haji Agus Salim (YPHAS), rektor, wakil rektor, pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta pembina organisasi kemahasiswaan di lingkungan UMA
Ketua YPHAS, M. Erwin Siregar SE MBA menegaskan bahwa yayasan memberikan dukungan penuh terhadap program pengembangan prestasi mahasiswa UMA
Ia menyampaikan berbagai program pembinaan dan kompetisi mahasiswa akan terus mendapatkan dukungan pendanaan dari Yayasan sebagai bentuk investasi dalam mencetak lulusan yang unggul.
“Program prestasi mahasiswa UMA akan terus kami dukung dari sisi pendanaan,” katanya.
Menurutnya, mahasiswa UMA harus mampu berprestasi di tingkat nasional, bukan lagi hanya di tingkat daerah dan harus berani bersaing dengan perguruan tinggi negeri.
Menurutnya, keberhasilan mahasiswa dalam berbagai kompetisi akan menjadi salah satu indikator kualitas pendidikan sekaligus meningkatkan reputasi UMA di tingkat nasional bahkan hingga internasional. ( swisma)
