Perkuat Kolaborasi Global, Konsulat AS Gelar Workshop Capacity Building di UMSU

Edukasi60 Dilihat

MEDAN-Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dan Konsulat Amerika Serikat di Medan menggelar Study Abroard Engagement Grant (SAEG) Capacity Building Workshop For Faculty Members.

Kegiatan untuk memperkuat strategi internasionalisasi akademik dan menjajaki peluang kolaborasi global itu digelar Kamis (24/4/2025) di Ruang VIP UMSU Jalan Muchtar Basri Medan.

Acara dibuka Rektor UMSU, Prof. Dr. Agussani, MAP, diwakili Wakil Rektor III Assoc. Prof. Dr. Rudianto, M.Si. Turut hadir Kepala Bidang Humas dan Kebudayaan Kosulat AS di Medan, Joshua Gonzalez.

Pemateri yakni Director of Access Programs, Continuing, and Professional Education University of California (UC) Davis, Mr. Jacob Hosier dan Dosen Geodesi Universitas Gadjah Mada Dr. I Made Andi Arsana.

Joshua Gonzalez menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin antara UMSU dan Konsulat AS.

“Kolaborasi ini bukan yang pertama kali. Saya sangat mengapresiasi seluruh kegiatan bersama yang berjalan signifikan. Hari ini, kita kembali bersatu untuk kesuksesan bersama di masa mendatang,” ungkapnya.

Rektor UMSU mengucapkan terima kasih dan menyampaikan komitmen universitas dalam mendukung kegiatan internasional.

“Kami sangat mendukung kolaborasi ini untuk mendorong UMSU ke tingkat internasional. Semoga kerja sama ini terus berkembang di berbagai bidang ke depannya,” ujarnya.

“Kami sangat bersyukur dapat menghadirkan perwakilan dan pembicara terhormat dari Amerika Serikat dan Indonesia. Acara ini mempertemukan delegasi dari semua fakultas di UMSU, dan kami melihatnya sebagai langkah penting dalam memperkuat strategi internasionalisasi kami di seluruh universitas,” tuturnya.

Dia berharap para peserta dapat aktif berdiskusi dan dapat mengimplementasikan pengetahuannya dari workshop ini.

Pada sesi talkshow, , Director of Access Programs dari UC Davis, Jacob Hosier memberikan pandangan menarik tentang profil mahasiswa Amerika Serikat yang mengikuti program studi ke luar negeri.

Menurutnya, Indonesia dan UMSU memiliki potensi besar untuk menarik mahasiswa Amerika Serikat melalui program-program yang menonjolkan ilmu sosial, humaniora, dan kebudayaan.

“Ini adalah ciri khas Indonesia yang bisa menjadi daya tarik. Perlu promosi dan kerja sama intensif seperti yang dilakukan Australia,” tambahnya.

Pada sesi ini juga Jacob mengajak peserta yang terdiri dari Pimpinan Fakultas, Unit dan Lembaga UMSU berdiskusi dengan membuat penawaran program untuk mahasiswa Amerika Serikat agar tertarik kuliah di UMSU, Sumatera Utara.

Sesi berikutnya, diisi oleh Dosen UGM, Dr. I Made Andi Arsana yang menekankan bahwa internasionalisasi akademik harus dilandasi oleh semangat persahabatan.

Dia juga menyoroti pentingnya mengenal dan memperkenalkan Indonesia secara utuh sebelum mengenalkan kampus.

Menurut dosen UGM itu, Globalisasi memberikan peluang dan ancaman,, maka dipersiapkanlah akademik internasional. Oleh karena itu, lahir program internasionalisasi agar mahasiswa terpapar internasional, setidaknya dengan menghadirkan orang internasional atau pertukaran Pelajar.

“Kuncinya, kita harus mengenal seberapa kompleks indonesia harus diceritakan tentang dimana indonesia, baru masuk cerita dimana asal daerah kita, setelah itu barus bisa bicara tentang kampus kita,” paparnya.

Workshop ini menjadi bagian dari Study Abroad Engagement Grant (SAEG) dan diharapkan membuka lebih banyak peluang kolaborasi internasional antara UMSU dengan berbagai institusi di Amerika Serikat dan dunia. (swisma)