MEDAN– Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Medan (Unimed) melaksanakan pendampingan psikososial bagi remaja korban banjir di Kampung Darussalam, Langkat.
Dosen FIP Unimed, Asiah, S.Pd MPd mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari kegiatan program mahasiswa berdampak pasca bencana yang digagas Kemendiktisaintek.
“Kegiatan ini bertujuan membantu memulihkan kondisi mental remaja yang terdampak banjir yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu,” kata Asiah, Jumat (13/3/2026).
Dijelaskannya, program ini diinisiasi mahasiswa FIP Unimed yang tergabung di Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Masyarakat, HMJ PGSD, HMJ Bimbingan dan Konseling (BK), serta Ikatan Mahasiswa Prodi (IMA) PAUD.
Asiah menyatakan kegiatan yang dilakukan mahasiswa merupakan bagian dari implementasi penelitian tim dosen terkait pemulihan psikososial pascabencana bagi remaja.
“Kami berterima kasih kepada Kemendiktisaintek sebagai promotor utama kegiatan ini serta kepada masyarakat yang menyambut kedatangan mahasiswa dengan sangat ramah,” ungkapnya.
Dia berharap kegiatan ini dapat membantu pemulihan mental para remaja sehingga Kampung Darussalam dapat kembali bangkit setelah bencana.
Kegiatan yang berlangsung di Taman Bacaan Masyarakat Darussalam pada Minggu (8/3/2026) itu dihadiri perwakilan pemerintahan Desa Telaga Said, para remaja korban banjir, mahasiswa, serta dosen pendamping dari FIP Unimed, yakni Mahfuzi Irwan SPd MPd., Asiah S.Pd M.Pd dan Artha Mahindra Dipuetra M.Pd.
Perwakilan pemerintah desa, Sukma, menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa Unimed yang memberikan pendampingan psikososial bagi remaja di Kampung Darussalam.
Menurut dia, kegiatan tersebut sangat membantu para remaja untuk kembali bangkit setelah mengalami dampak bencana.
Disebutkannya, ini merupakan treatment yang sangat baik bagi para remaja di kampung Darussalam.
Mereka sangat senang dan gembira mengikuti kegiatan yang dilakukan mahasiswa melalui program mahasiswa erdampak.
“Kami juga sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa di sini dan berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, pemulihan mental remaja diawali dengan pemaparan materi oleh narasumber, Rafael Lisinus Ginting, yang merupakan Kepala Unit Pelayanan Bimbingan dan Konseling (UPBK) Unimed.
Ia menjelaskan pendampingan psikososial sangat penting bagi remaja, terutama di daerah yang rawan bencana.
Menurut Rafael, remaja perlu dibekali kemampuan untuk beradaptasi secara mental dengan situasi yang tidak menentu akibat bencana.
Pendampingan psikososial ini, katanya sangat urgen agar remaja mampu beradaptasi dengan berbagai kemungkinan yang terjadi di daerah rawan bencana.
” Jangan sampai remaja menjadi kelompok yang paling lemah secara mental karena mereka adalah generasi penerus di kampungnya,” jelasnya.
Diskusi berlangsung aktif dan penuh antusiasme. Para remaja terlihat terbuka berbagi pengalaman serta perasaan mereka setelah menghadapi bencana banjir.
Sebanyak 15 mahasiswa terlibat langsung dalam kegiatan ini dari total 50 mahasiswa yang diterjunkan sejak 18 Februari 2026 untuk melaksanakan program pendampingan di wilayah tersebut.
Melalui program ini, mahasiswa Unimed diharapkan tidak hanya memberikan bantuan sosial, tetapi juga kontribusi nyata dalam pemulihan psikologis masyarakat terdampak bencana. ( swisma)