MEDAN-Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sumut terus melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Salah satu terobosan yang dilakukan BPMP Sumut dalam mengimplementasikan kebijakan Merdeka Belajar adalah dengan menerapkan strategi IMPRESIF
“Kebijakan yang diluncurkan Kemendikbudristek itu memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan di daerah ini,” kata Kepala BPMP Sumut, Drs Irwan Safii MPd usai menjadi inspektur upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-78 Republik Indonesia di Gedung Pancasila BPMP Sumut, Kamis (17/8/2023).
Dengan menggunakan strategi IMPRESIF dalam mengimplementasikan
kebijakan Merdeka Belajar yang makin massif di provinsi dan seluruh kabupaten/kota di semua jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga menengah, mutu pendidikan, kata Irwan mengalami peningkatan.
Disebutkannya semua yang dilakukan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi atau Kemendikbudristek, pada prinsipnya adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang pada akhirnya tujuan utamanya adalah untuk murid.
Kebijakan Merdeka Belajar menurut Irwan adalah upaya untuk mewujudkan visi pendidikan Indonesia, yakni mewujudkan profil pelajar Pancasila. Kini program tersebut sudah memasuki 25 episode yang sekitar 60 persen di antaranya terkait dengan PAUD dan pendidikan menengah.
Kebijakan itu sudah menjadi tugas BPMP Sumut untuk melakukan advokasi dan pendampingan kepada kabupaten dan kota agar semua episode itu bisa terimplementasi dengan baik. Untuk itu Irwan bersyukur atas pencapaian yang dilakukannya dalam setahun terakhir ini melalui strategi IMPRESIF.
Dengan strategi ini, kata Irwan merupakan pendekatan advokasi, konsultatif, dan asimetris dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya BPMP dalam membangun kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan pendidikan yang ada di semua kabupate/kota, seperti kepala daerah, dinas pendidikan dan lainnya.
Dijelaskannya, IMPRESIF merupakan pendekatan lokal yang merupakan singkatan dari internalisasi, yakni pembudayaan berbagai kebijakan atau peraturan pendidikan di lingkungan internal balai.
Pada singkatan M merupakan dari kata melakukan advokasi atas semua kebijakan dan program pendidikan.
Kemudian pelibatan seluruh sumber daya di BPMP Sumut dan pemangku kepentingan di daerah, sehingga mereka tidak menjadi penonton.
Untuk kata R memaknai roadshow, yaitu berkeliling ke seluruh kabupaten/kota untuk menemui para pemangku kepentingan guna mendiskusikan berbagai masalah dalam bidang pendidikan sekaligus mencari solusinya supaya kebijakan Merdeka Belajar dapat terimplementasikan dengan baik.
Selanjutnya elaborasi, yaitu melakukan tugas bersama antara Kemendikbudristek dengan pemerintah daerah, khususnya dinas pendidikan, dalam menangani sektor pendidikan.
Berikutnya, secangkir kopi berbuah inspirasi. Pafa strategi ini menekankan kepada komunikasi. Tak hanya formal, tapi juga nonformal dan informal yang bisa menghilangkan sekat-sekat birokrasi atau eselonisasi.
Didampingi Kemudian intervensi yang mengartikan BPMP Sumut berupaya turut terlibat terhadap kebijakan pendidikan di daerah seperti dalam penerapan Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM), di antaranya dengan pembuatan payung hukum yang dibutuhkan, seperti peraturan kepala daerah dan sebagainya.
Sedangkan akronim terakhir fokus pada tujuan tentang bagaimana kebijakan pendidikan bisa diterapkan dengan baik di tingkat pemda dan satuan pendidikan sebagai upaya bisa meningkatkan kualitas murid.
Pada upacara peringatan HUT Ke-78 RI di Gedung Pancasila BPMP Sumut itu, Irwan Safii membacakan pidato tertulis Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nadiem Makarim.
Pada upacara yang berlangsung khidmat itu dihadiri ASN BPMP Sumut yang mengenakan berbagai pakaian tradisional warisan budaya daerah yang menjadi kearifan lokal bangsa
(swisma)