Hasilkan Doktor Bidang Agroforestri, Rektor UMA Dorong Hasil Riset Dikolaborasikan antar Perguruan Tinggi

Edukasi59 Dilihat

MEDAN — Darmadi Erwin Harahap, dosen Program Studi Agroteknologi, Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) berhasil meraih gelar Doktor dalam bidang Ilmu Pertanian di aula program Pascasarjana Universitas Medan Area ( UMA), Kamis (30/10/2025)

Darmasi menyelesaikan studi doktoralnya dengan disertasi berjudul “Analisis Agroforestri Berkelanjutan Berbasis Tanaman Aren (Arenga pinnata Merr) di Kabupaten Tapanuli Selatan” merupaka doktor ke-15 yang dilahirkan program Doktor Ilmu Pertanian UMA.

Dalam sidang, Darmadi mempresentasikan penelitiannya dan mampu memberikan jawaban argumentatif serta meyakinkan atas seluruh pertanyaan dari dewan penguji dan promotor.

Sidang dipimpin Ketua Program Doktor Ilmu Pertanian UMA, Prof. Ir. Zulkarnain Lubis, MS, Ph.D., yang juga bertindak sebagai ketua sidang.

“Promovendus telah menunjukkan penguasaan keilmuan dan ketelitian dalam risetnya. Temuan ini penting untuk pengembangan agroforestri berkelanjutan di daerah, khususnya Sumatera Utara,” ujar Prof. Zulkarnain.

Sidang terbuka dihadiri Rektor UMA Prof Dr Dadan Ramdan M.Eng, M.Sc, Kepala LLDikti Wilayah I Sumut Prof Dr Saiful Matondan yang turut juga memberikan dukungan langsung atas pencapaian akademik ini.

Hadir pula Promotor Prof Dr Ir Retna Astuti Kuswardani MS, Co-Promotor Prof Dr Ir Abdul Rauf MP, serta Sekretaris Sidang Dr. Zulheri Noer, MP.

Dewan penguji terdiri dari Prof. Dr. Ir. Siti Mardiana, M.Si dan Prof. Dr. Ir. Try Koryati, MP, didampingi Prof. Dr. Ir. Suswati, MP selaku perwakilan Pascasarjana dan Dr. Ir. Syahbudin Hasibuan, M.Si sebagai perwakilan program studi.

Rektor UMA, Prof. Dadan Ramdan, mengapresiasi pencapaian tersebut sebagai bukti komitmen UMA dalam melahirkan akademisi dan peneliti yang memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Memurutnya disertasi ini dinilai bisa membuka peluang untuk terus mengembangkan atau mengkaji tanaman aren sebagai kearifan lokal ternyata memiliki banyak potensinya bahkan bisa menjadi kompetitor dari sawit.

“Dari hasil kajiannya tanaman aren bukan hanya menghasilkan nira saja tapi banyak kebaikan produk turunan maupun hasil yang lainnya diperoleh dari budidaya aren ini,” kata Prof Dadan.

Penelitian ini  menurutnya menunjukkan bahwa potensi lokal seperti tanaman aren mampu menjadi komoditas strategis jika dikelola berbasis ilmu dan keberlanjutan

Prof Dadan juga mendorong hasil riset ini nantinya dikolaborasikan dengan  perguruan tinggi lain dan tidak sendiri- sendiri.

“Karena dengan berkolaborasi riset antar perguruan tinggi sangat penting dan bisa membawa banyak manfaat,” ungkap Prof Dadan.

Hal itu seiring dengan yang djsampaikan Kepala LlDikti Wilayah I Prof Saiful Matong bahwa UMA itu menjadi pusat untuk pengembangan riset khususnya di pangan dan teknik

“Kami juga berharap nantinya  para alumni dalam meningkatkan mutu dari program doktoral di pascasarjana UMA,” imbuh Prof Dadan.

Ia menyebut UMA bangga melahirkan para doktor yang tidak hanya kuat secara akademik, namun juga relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Penelitian Darmadi menyoroti pengembangan agroforestri berbasis tanaman aren di Tapanuli Selatan sebagai solusi ekonomi sekaligus pelestarian lingkungan.

Aren dinilai memiliki potensi besar sebagai komoditas unggulan daerah jika dikelola dengan pendekatan keberlanjutan.

Melalui keputusan rapat sidang tersebut, Darmadi dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar Doktor Ilmu Pertanian setelah memenuhi seluruh persyaratan akademik.

Usai sidang, Darmadi menyampaikan rasa syukur dan harapannya agar riset ini menjadi kontribusi nyata dan dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai bagian dari upaya bersama mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.

UMA menyampaikan selamat atas pencapaian ini dan berharap gelar doktor yang diraih dapat memperkuat kontribusi akademik dan pembangunan sektor pertanian di Sumatera Utara dan Indonesia. (swisma)