MEDAN-Komisi 13 DPR RI dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) berkolaborasi dengan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FH UMSU) gelar seminar nasional di Auditorium UMSU, Jalan Muchtar Basri Medan, Rabu (25/6/2025)
Seminar bertajuk “Gerakan Kebajikan Pancasila kepada Masyarakat ini menjadi bagian dari upaya bersama memperkuat pemahaman dan implementasi nilai-nilai Pancasila di kalangan mahasiswa sebagai relawan Gerakan Kebajikan Pancasila.
Seminar dihadiri Wakil Ketua Komisi 13 DPR RI, H. Sugiat Santoso SE M.SP, Sedangkan narasumber dari Direktur Jaringan Pembudayaan BPIP RI Toto Purbiyanto, S.Kom, M.Ti dan akademisi Assoc. Prof. Dr. Eka Nam Sihombing, S.H dan Dr. Tengku Erwinsyahbana, S.H., M.Hum.
Sugiat Santoso dalam sambutan, menekankan pentingnya penguatan ideologi di tengah ancaman perang budaya global yang kian nyata.
“Acara ini merupakan bagian dari program BPIP dan Komisi 13 DPR RI. Penguatan relawan mahasiswa sangat penting, apalagi pasca reformasi, untuk memperkuat ideologi bangsa yang masih lemah,” katanya.
Dia mengingatkan tantangan yang dihadapi generasi muda Indonesia, khususnya di Sumatera Utara.
Disebutkannya, sekarang ini seluruh peradaban dunia mengalami benturan. Di Indonesia pun bisa terjadi perang budaya.
“Sumut menjadi salah satu daerah dengan peredaran narkotika terbesar. Generasi muda kita banyak yang terjebak hedonisme dan seks bebas, yang bertentangan dengan nilai Pancasila,” ungkap Sugiat.
Dia menekankan penguatan nilai Pancasila bukan hanya seremonial semata, tetapi merupakan misi luhur menuju masa depan bangsa.
“Program Pancasila ini bukan sekadar simbol, tapi semangat luhur untuk menanamkan ideologi menuju Indonesia Emas, memanfaatkan bonus demografi untuk masa depan,” jelasnya.
Rektor UMSU, Prof. Dr. Agussani, MAP menegaskan kesiapan UMSU mendukung program BPIP, termasuk dalam bentuk kerja sama Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik ideologi Pancasila.
Dia juga menekankan posisi strategis UMSU dalam pembentukan generasi bangsa berkarakter.
“UMSU memberikan regulasi, salah satunya peran strategis dalam pembangunan generasi bangsa berkarakter dengan adanya SRCC, PUSKIIBI, program Kampus Berdampak dan 32 Unit Kegiatan Mahasiswa,” ujarnya.
Prof. Agussani juga menyebutkan kebanggaannya terhadap Fakultas Hukum UMSU yang telah terakreditasi unggul dari jenjang S1 hingga S3.
“Fakultas Hukum adalah kebanggaan kita, dari S1 hingga S3 sudah terakreditasi unggul. Saat ini UMSU memiliki 21 program studi dengan akreditasi unggul. Bahkan, salah satu alumni Fakultas Hukum UMSU tahun 2018 dilantik oleh Presiden RI sebagai hakim terbaik,” tambahnya.
Rektor UMSU berharap kerja sama yang terjalin dapat terus berlanjut.
“Ke depan, kami berharap hubungan ini berjalan dengan baik dan memberi manfaat bagi kita semua,” pungkasnya.
Dekan Fakultas Hukum UMSU Assoc. Prof. Dr. Faisal, S.H., M.Hum juga menegaskan konsistensi fakultas dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam berbagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
“Kegiatan ini sudah yang keempat kalinya dilakukan bersama BPIP.. Kami berharap ke depan bisa berkolaborasi lebih luas lagi,” ujar Faisal.
Seminar dihadiri Pimpinan dan 500 mahasiswa Fakultas Hukum UMSU yang diharapkan mampu menumbuhkan semangat kebangsaan dan peran aktif mahasiswa dalam menjaga dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila di tengah berbagai tantangan zaman. ( swisma)












