Dukung Program Pemerintah, MBG UMSU Jaga Kualitas Makan Bergizi

Edukasi173 Dilihat

MEDAN– Sejak beroperasi pada 9 Januari 2026, Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) telah melayani empat sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kawasan Desa Sampali dan Pematang Johar, Kabupaten Deli Serdang.

Dengan menyajikan 1.241 porsi makanan bergizi per hari, Dapur MBG UMSU berkomitmen menjaga kualitas bahan baku hingga cita rasa makanan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor II UMSU, Prof. Dr. Akrim, M.Pd, di sela kunjungan Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Deputi Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN), Tengku Syahdana, S.Kom., CRMO, ke Dapur MBG UMSU di Kampus Terpadu Jalan Dwikora, Pasar VI, Percut Sei Tuan,  Deliserdang, Kamis (15/1/2026).

Prof. Akrim mengatakan, pada pekan pertama operasional, MBG UMSU masih melayani empat sekolah dari jenjang SD dan SMP.

Sekolah-sekolah tersebut datang secara mandiri meminta Dapur MBG UMSU untuk menyuplai makanan bergizi ke sekolah masing-masing.

“Kami tidak mencari sekolah, justru sekolah yang datang meminta kami,” ujarnya.

Ia menuturkan jumlah porsi akan meningkat pada pekan depan menjadi sekitar 2.000 porsi per hari.

Dalam penyajian menu, lanjutnya, Dapur MBG UMSU senantiasa menjaga kualitas bahan baku dan rasa masakan. Pada hari pertama beroperasi, menu yang disajikan terdiri dari daging, sayur, dan buah pisang.

Skema tarif disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Siswa SD kelas 1–3 menerima porsi kecil dengan tarif Rp8.000, sedangkan siswa SD kelas 4–6 dan SMP mendapat porsi senilai Rp10.000.

“Kualitas dan rasa sangat kami perhatikan. Dengan harga Rp10.000, jika dikelola dengan baik dan didukung ketersediaan bahan baku di Medan, hal ini masih sangat mumpuni. Kami tidak boleh mengambil keuntungan dari bahan baku,” jelasnya.

Ia menegaskan komitmen mendukung program pemerintah. Pihaknya juga memastikan menu yang disajikan tetap seimbang dan lengkap, mulai dari karbohidrat, protein hewani, sayur, hingga buah.

Ia menambahkan, seluruh kebutuhan dapur MBG dibeli langsung dari pelaku UMKM tanpa perantara. Meski demikian, tantangan tetap ada, terutama fluktuasi harga pangan.

“Yang dijaga bukan sekadar rasa, melainkan kepercayaan—bahwa makanan yang sampai ke tangan siswa adalah hasil dari perencanaan, kepedulian, dan komitmen jangka panjang,” ujarnya.

UMSU bersama Muhammadiyah menegaskan dukungan penuh terhadap program pemerintah ini sebagai bentuk pengabdian sosial, bukan berorientasi pada margin keuntungan.

“Komitmen Muhammadiyah jelas, mendorong seluruh amal usaha untuk ikut terlibat dalam program pemerintah,” imbuhnya.

Komitmen tersebut tercermin dari pengembangan dapur MBG di lingkungan UMSU.

Saat ini terdapat tiga dapur MBG, satu di antaranya telah beroperasi, satu lagi dalam tahap pembangunan dengan progres sekitar 60 persen dan ditargetkan rampung akhir bulan ini, serta satu dapur tambahan yang direncanakan dibangun di kawasan Biru-biru.

Setiap dapur dirancang memiliki kapasitas hingga 3.000 porsi, sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional. (swisma)