Direktur Penerbit UMSU Press, Muhammad Arifin Terpilih jadi Ketua APPTIMA 2026-2028

Edukasi71 Dilihat

MEDAN-Direktur Penerbit UMSU Press, Muhammad Arifin didaulat memimpin Afiliasi Penerbit Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (APPTIMA) periode 2026-2028..

Muhammad Arifin terpilih pada Musyawarah Nasional ( Munas)  APPTIMA menggantikan Budi Nugroho di periode sebelumnya.

Muhammad Arifin mengatakan,
pada munas APPTIMA yang diselenggarakan  Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara itu menyampaikan program- program kerjanya.

“Program kerja utama saat ini ialah mengidentifikasi kampus Muhammadiyah dan Aisyiyah yang belum bergabung dengan APPTIMA,” kata Arifin di kampus UMSU, Jalan Mukhtar Basri Medan, Sabtu (24/1/2026).

Arifin juga menyebutkan,  dalam programnya itu siap mendorong kampus yang belum memiliki penerbit untuk memiliki penerbit.

Munas APPTIMA yang digelar di Prapat pada 15-17/1/2026 itu juga menetapkan Mujiarto dari Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya sebagai Sekretaris dan Vini Wela Septiana dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat sebagai bendahara.

Selain itu juga disusun struktur kepengurusan dan personalia yang menjabatnya.

Disebutkan Arifin, saat ini kampus yang bergabung dengan APPTIMA baru 70 kampus.

Dia berharap, kampus yang telah memiliki penerbit bisa bersinergi dan berkolaborasi  untuk kemajuan dunia literasi di Muhammadiyah.

Menurut Arifin, penerbit bukan hanya sekedar sisi literasi, tapi juga merupakan industri.

“Kami berharap dapat menjadi ekosistem perbukuan yang sehat di Muhammadiyah,” tambahnya.

Dikatakannya, salah satu kegiatan mewujudkan internasionalisasi penerbit buku Muhammadiyah dan Aisyiyah ialah dengan akan diselenggarakannya Munas berikutnya di Malaysia.

Banyak hasil karya dosen kampus Muhammadiyah yang diterima dan dijadikan rujukan oleh kampus di luar negeri.

“Ini menunjukkan buah pikir dosen PTMA dapat bersaing di kancah internasional. Kita akan mengikuti pameran buku yang diselenggarakan di luar negeri sebagai upaya memperkenalkan karya dosen PTMA,” ujarnya.

Selain dengan cara konvensional, Arifin berharap penerbit PTMA dapat berkolaborasi dengan banyak pihak agar semakin luas jejaringnya.

“Di sisi lain, penerbit PTMA mesti akrab dengan dunia digital. Mau tidak mau, dunia digital harus kita gunakan agar tidak ketinggalan,” pungkasnya. ( swisma)