MEDAN-– Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mitra Husada Medan kembali mencatat sejarah dengan menggelar The 5th Mitra Husada Health International Conference 2025.
Pada konferensi internasional ini diikuti lebih dari 5.000 partisipan dari enam negara dan 15 institusi di Indonesia.
Ajang internasional ini berlangsung secara daring melalui webinar dari kampus STIKes Mitra Husada di Jalan Pintu Air IV Kwala Bekala, Medan Johor selama dua hari, Senin dan Selasa (14-15/7/2025).
Mengusung tema “Meningkatkan Kesehatan Mental dan Kesejahteraan melalui Intervensi Teknologi dalam Konteks Darurat,” konferensi ini menjadi ajang kolaborasi ilmiah lintas negara yang menyoroti pentingnya pendekatan teknologi dalam penanganan kesehatan mental, khususnya dalam situasi krisis.
Kepala LLDikti Wilayah I Sumut, Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang MA PhD, saat membuka acara itu menyampaikan forum ini merupakan momentum penting untuk memperkuat jejaring antar akademisi, praktisi, dan pemangku kebijakan dari berbagai negara.

Menurutnya, konferensi ini mampu mendorong lahirnya inovasi, memperkuat budaya riset, dan membuka ruang kolaboratif dalam merespons tantangan kesehatan mental di tengah kondisi darurat seperti bencana alam, konflik, atau pandemi.
“Ini bukan sekadar forum ilmiah, tapi langkah nyata menuju perubahan positif, terutama dalam memberdayakan tenaga kesehatan menghadapi tantangan global,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan pemberdayaan tenaga kesehatan dalam menciptakan perubahan positif yang nyata di masyarakat.
Saiful berharap konferensi internasional ini dapat berjalan dengan baik dan nantinya memberikan kontribusi yang luar biasa baik bagi STIKes Mitra Husada Medan maupun para peserta dari berbagai negara peserta lainnya.
Turut hadir dalam pembukaan tersebut, Ketua STIKes Mitra Husada Medan, Dr. Siti Nurmawan Sinaga, SKM MKes dan Ketua Yayasan Mitra Husada Medan, Dr. Drs. Imran Saputra Surbakti.
Ketua STIKes Mitra Husada Medan, Dr. Siti Nurmawan Sinaga
dalam sambutannya mengatakan, konferensi tahun ini difokuskan pada peningkatan kualitas kesehatan mental dan kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan teknologi, terutama dalam situasi darurat yang sangat relevan dengan tantangan global saat ini.
“Kami merasa terhormat dipercaya menjadi tuan rumah dan dapat menyambut peserta serta pembicara dari Indonesia, Malaysia, Kuala Lumpur, Timor Leste, Laos, dan Selandia Baru,” kata Siti.
Menurutnya ini menunjukkan besarnya perhatian dan komitmen global terhadap isu kesehatan mental dan inovasi teknologi di bidang kesehatan.
Pada konferensi ini juga mencatat pencapaian luar biasa, yakni lebih dari 645 peserta seminar, serta 400 peserta yang mengikuti kompetisi artikel dan poster ilmiah.
Menurutnya, antusiasme tersebut sebagai bukti bahwa tema yang diusung beresonansi luas di berbagai kalangan.
“Isu yang kami angkat mencakup transformasi sistem kesehatan, peningkatan kualitas layanan ibu dan anak, perawatan lansia, serta pengembangan riset dan inovasi di sektor kesehatan,” katanya.
Dia menyebut, kegiatan ini juga merupakan bagian dari langkah strategis untuk mewujudkan visi STIKes Mitra Husada Medan sebagai institusi pengembang ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan yang unggul, inovatif, berintegritas, dan kompetitif di tingkat nasional hingga menuju Asia pada 2030.
Ketua Panitia, Lidya Natalia Sinuhaji, SKM M.Kes, menjelaskan, tujuan utama konferensi ini adalah untuk menghimpun para akademisi, praktisi, pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara agar bersama-sama membahas peluang dan tantangan dalam peningkatan kesehatan mental melalui pendekatan teknologi di masa darurat.
Melalui forum ini diharapkan terbentuk ruang kolaboratif lintas sektor untuk berbagi pengetahuan, praktik terbaik, dan merancang strategi implementasi intervensi teknologi yang berdampak langsung.
Lidya juga menyoroti pentingnya memperkuat peran bidan dan perawat dalam memberikan layanan kesehatan mental yang efektif, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak krisis.
Konferensi ini pun diharapkan tidak hanya melahirkan publikasi ilmiah berkualitas, tetapi juga mampu menginspirasi lahirnya solusi nyata dan inovatif untuk berbagai tantangan kesehatan mental di era modern.( red)






