Bedah Buku Aldera di USU, Rektor Berharap Kaum Muda Termotivasi Kawal Konstitusi

Edukasi65 Dilihat

MEDAN – Ratusan mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) memadati Gelanggang Mahasiswa USU pada kuliah umum dan bedah buku Aldera, Jumat (3/3/2023).

Kegiatan yang diinisiasi penerbit buku Kompas, Yayasan Aldera bekerja sama dengan USU ini ditulis langsung oleh pelaku sejarah era tersebut.

Buku Aldera berisikan potret sejarah mengenai gerakan politik kaum muda circa 1993-1999 dalam memperjuangkan demokrasi.

Rektor USU Dr. Muryanto Amin., S.Sos MSi berharap hal ini dapat memotivasi kaum muda dalam mengawal konstitusi dan kemajuan negara.

“Kami mengucapkan selamat atas terbitnya buku Aldera. Semoga akan menyusul buku-buku lainnya dari Dr. Pius Lustrilanang, yang bermanfaat dan menginspirasi kalangan muda, untuk berkiprah secara positif sebagai bagian dari kontribusinya demi kemajuan negeri ini,” ujar rektor.

Pada acara tersebut hadir Anggota VI Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, Dr. Pius Lutrilanang SIP, MSi SA, CFRA sebagai keynote speaker sekaligus salah satu tokoh utama dalam buku Aldera.

Menurutnya mahasiswa USU sangat berantusias dalam kegiatan ini dan juga melek terhadap perkembangan isu sosial dan politik.

Ia berharap mahasiswa dapat tertular nilai-nilai perjuangan yang terkandung dalam buku Aldera terutama untuk melindungi demokrasi dan reformasi yang telah diperjuangkan.

“Saya pikir mereka masih mengikuti kondisi sosial dan politik saat ini dan paham juga apa yang dilakukan senior mereka pada zaman dahulu yang berjuang habis-habisan menegakkan demokrasi. Saya harap nilai-nilai kejuangan ini bisa menular kepada mereka,” tutur Dr. Pius.

Dalam kegiatan ini Dekan Fakultas Hukum (FH) USU Dr. Mahmul Siregar SH M.Hum dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik USU Dr. Hatta Ridho S.Sos., M.Sp bertindak sebagai pembicara.

Dekan Fakultas Hukum menyebut buku ini secara rinci menjelaskan bagaiamana alur pergerakan kaum muda hingga membentuk aliansi demokrasi rakyat (Aldera).

Ia menambahkan Gerakan Aldera menjadi salah satu perstiwa penting sebagai simbol yang mengikatkan rakyat ketika menggulingkan rezim orde baru saat itu.

“Gerakan ini sangat penting karena gerakan itu pada akhirnya memunculkan apa yang kita lihat penguasa, rezim bisa diakhiri,” kata Dekan FH USU.

Merujuk pada buku Aldera, menurut Dekan FH USU, mahasiswa kini memiliki permasalahan yang berbeda dibandingkan mahasiswa generasi 90-an.

Menurutnya, perjuangan mahasiswa kini lebih kompleks karena berhadapan dengan perubahan teknologi, globalisasi, dan dunia yang sangat kompetititf.

“Sekarang ini lebih kompleks. Perubahan teknologi, globalisasi, hypercompetitive, dan lainnya. Maka mahasiswa harus melakukan gerakan yang lebih baik lagi sesuai dengan tuntutan zaman,” tambahnya.

Usai kuliah umum dan bedah buku dilanjutkan dengan aksi penanaman pohon demokrasi BPK RI-USU yang dilakukan o Rektor USU dan Anggota VI Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia di pekarangan Gelanggang Mahasiswa USU.

Untuk informasi lebih lanjut bisa langsung mengakses usu.ac.id ( swisma)