2.602 Lulusan USU Diwisuda, Rektor :  Budaya Digital Dorong Berani Bereksperimen

Edukasi40 Dilihat

MEDAN-Sebanyak 2.602 lulusan Universitas Sumatera Utara (USU) diwisuda  di auditorium  kampus ini, Padang Bulan Medan, Sabtu  (30/11/2024).

Wisuda yang digelar sejak 28- 30 Nopember 2024 itu bertema
memahami budaya digital dalam industri global dinilai Rektor USU Prof Dr Muryanto Amin SSos MS relevan bagi para lulusan yang akan memasuki dunia profesional.

“Budaya digital mendorong kita tidak hanya sekadar mengikuti perkembangan teknologi tetapi juga untuk berani bereksperimen, memecahkan masalah secara kreatif, dan terus beradaptasi dengan kebutuhan serta tantangan yang ada ” sebut Muryanto.

Untuk itu, alumni USU diharapkan berperan memberikan kontribusi membangun budaya digital yang produktif, terutama mengurangi dan mengatasi dampak negatif dari penggunaan digital.

“Harus kita sadari secara bersama bahwa dampak negatif tersebut berkaitan dengan interaksi kemanusiaan yang tidak mendukung pembangunan peradaban,” katanya.

Ia mengatakan dengan mengikuti berbagai kursus di platform seperti Google, Microsoft, Coursera, dan LinkedIn Learning dapat membantu meningkatkan keterampilan digital, seperti penguasaan perangkat lunak dasar, media sosial dan digital branding, digital project management, serta kecerdasan buatan (AI) dan big data.

Melalui teknologi, semua bisa bekerja tanpa batasan geografis. Platform seperti Slack dan Microsoft Teams memungkinkan kolaborasi yang efisien, mempercepat inovasi, dan meningkatkan produktivitas.

Selain itu, budaya digital yang baik harus mendorong kreativitas dan eksperimen untuk menghasilkan ide-ide baru yang inovatif

Ia mengatakan setiap individu perlu memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya melindungi informasi sensitif dan menjaga privasi serta menjunjung tinggi etika digital.

Semua harus bijak dalam berbagi informasi dan menghindari penyebaran hoaks atau pelanggaran hak cipta untuk menciptakan lingkungan digital yang sehat dan terpercaya.

Era digital memaksa semua orang sangat mudah terjebak dalam rutinitas yang sepenuhnya berbasis teknologi. Namun, harus diingat bahwa kesejahteraan fisik dan mental adalah prioritas.

Teknologi seharusnya membantu kita, bukan menggantikan interaksi dan pengalaman kehidupan nyata yang membentuk kita sebagai pribadi yang utuh.

Ia mengatakan untuk membangun budaya digital yang baik, semua orang perlu memiliki mindset yang terbuka terhadap perubahan dan perkembangan teknologi.

Jangan takut menghadapi tantangan digital, melainkan harus siap untuk belajar dan beradaptasi dengan cepat.

Salah satu strategi yang relevan adalah menumbuhkan growth mindset pola pikir yang terbuka untuk berkembang dan belajar.

“Karena itu, mari kita semua, terutama para lulusan yang akan memasuki dunia kerja, mengembangkan growth mindset agar dapat berkontribusi dalam transformasi digital yang efektif dan berkelanjutan,” katanya.

Wsudawan yang dilantik terdiri program doktor 38 orang, program magister 239, program pendidikan spesialis 55, program dokter jenjang magister 54, pendidikan profesi 350, program sarjana 1.715 dan diploma 151 orang.

Prof Muryanto juga memaparkan capaian yang diraih USU di tingkat internasional. Antara lain, berdasarkan pemeringkatan QS, USU berada pada peringkat 1.201 tingkat dunia (QS-WUR). Peringkat 329 tingkat Asia (QS-AUR) dan peringkat 62 tingkat ASEAN.

Kemudian berdasarkan pemeringkatan THE, USU berada pada peringkat 1.501 tingkat dunia (THE-WUR).

Peringkat 601 tingkat Asia (THE-Asia) dan kontribusi terhadap SDG (THE-IMPACT) pada peringkat 601.

Sedangkan untuk peringkat THE by Subject, USU ada di peringkat 1.001 dunia (Bidang Health), peringkat 1.001 dunia (Bidang Engineering), peringkat 1.001 dunia (Bidang Life Sciences) dan peringkat 801 dunia (Bidang Physical Sciences).

Sedangkan berdasarkan pemeringkatan Webometric, USU di peringkat 1.738 (dunia) dan peringkat 18 (nasional).

Berdasarkan pemeringkatan Scimago Institution Rank, USU berada pada peringkat 2.891 (dunia), rangking 9 perguruan tinggi terbaik (Indonesia) dan ranking 4 bidang riset.( swisma)