MEDAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara, mencatat inflasi year-on-year (y-on-y) di Provinsi Sumatera Utara pada Februari 2026 sebesar 4,71 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 111,66.
Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara, Asim Saputra, Senin (2/3/2026).
Asim menjelaskan inflasi tahunan tertinggi tercatat di Kota Gunungsitoli sebesar 7,75 persen dengan IHK 115,40, sementara terendah berada di Kabupaten Karo sebesar 3,67 persen dengan IHK 111,21.
“Perbedaan antar daerah ini dipengaruhi oleh variasi harga komoditas utama yang menjadi penggerak inflasi,” ujar Asim.
Secara bulanan, tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) Sumatera Utara pada Februari 2026 sebesar 0,22 persen. Adapun secara kumulatif tahun kalender, Sumatera Utara mengalami deflasi year-to-date (y-to-d) sebesar 0,53 persen, kata Asim.
Data BPS juga mencatat pergerakan IHK pada awal tahun 2026. Pada Januari 2026, inflasi y-on-y Sumatera Utara tercatat 3,81 persen dengan IHK 111,41.
Inflasi tertinggi di Januari terjadi di Kota Gunungsitoli sebesar 8,68 persen, dan terendah di Kabupaten Karo sebesar 2,73 persen.
Asim menambahkan, deflasi m-to-m Januari 2026 tercatat 0,75 persen, begitu pula deflasi year-to-date pada bulan yang sama, juga 0,75 persen.
“Angka ini menunjukkan fluktuasi harga yang berbeda tiap bulan, sekaligus memberikan indikasi pergerakan ekonomi lokal di berbagai kabupaten/kota,” jelasnya. ( swisma)









