Sumut Inflasi 4,42 Persen, Tertinggi Deliserdang 5,79 Persen di Agustus 2025

MEDAN-Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara mencatat inflasi year-on-year (y-on-y) di Provinsi Sumatera Utara pada Agustus 2025 sebesar 4,42 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,39.

Diperoleh data pada Senin (1/9/2025) disebutkan, inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Deliserdang sebesar 5,79 persen dengan IHK sebesar 111,25

Sedangkan yang  terendah terjadi di Padangsidimpuan sebesar 3,40 persen dengan IHK sebesar 110,50.

Dalam relis BPS Sumut merincikan pada Agustus 2025, seluruh kabupaten/kota IHK di Provinsi Sumatera Utara mengalami inflasi y-on-y.

Seperti Kabupaten Labuhanbatu: IHK 113,84; inflasi y-on-y 4,69 persen dan m-to-m 2,09 persen. Kabupaten Karo, IHK 110,79, inflasi 4,77 persen (yoy) dan m-to-m 1,64 persen.

Kemudian Deliserdang IHK 111,25, inflasi 5,79 persen (yoy) dan m-to-m 1,67 persen, Sibolga IHK 111,29, inflasi 3,72 persen (yoy) dan 0,81 persen (m-to-m) dan Pematangsiantar IHK 112,54, inflasi 5,44 persen (yoy) dan 1,21 (m-to-m).

Sedangkan Kota Medan IHK 109,34, inflasi 3,67 persen (yoy) dan 1,18 persen (m-to-m), Padangsidimpuan IHK 110,50, inflasi 3,40 (yoy) dan 0,31 (m-to-m), Gunungsitoli IHK 111,09, inflasi 4,69 persen (yoy) dan 1,53 persen (m-to-m).

Provinsi Sumatera Utara IHK 110,39, inflasi 4,42 persen (yoy) dan 1,37 persen (m-to-m).

Dari data BPS Sumut itu inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan naiknya indeks di sebagian besar kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 9,07 persen; kelompok pakaian dan alas kaki  0,90 persen

Kemudian kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,70 persen, kelompok kesehatan sebesar 3,00 persen; kelompok transportasi sebesar 0,62 persen; kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,35 persen.

Selanjutnya kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar
1,90 persen; kelompok pendidikan sebesar 2,09 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,57 persen serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 9,70 persen.

Sementara kelompok yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,09 persen.

Tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) sebesar 1,37 persen dan tingkat inflasi
year-to-date (y-to-d) sebesar 2,93 persen

Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m pada Agustus 2025 antara lain: cabai merah, bawang merah, cabai rawit, daging ayam ras, ikan dencis, akademi/perguruan tinggi, beras, dan cabai hijau.

Selain itu ada telur ayam ras, ikan kembung/ikan gembung/ikan banyar/ikan gembolo/ikan aso-aso, kol putih/kubis, kacang panjang, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, sawi putih/pecay/pitsai, terong, labu siam/jipang, emas perhiasan, buncis, sawi hijau, dan kentang.

Sementara komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m pada Agustus 2025 antara lain: angkutan udara, tomat, bawang putih, jeruk, celana panjang jeans anak, sekolah menengah atas.

Selain itu kemeja panjang katun pria, bensin, kelapa, kemeja pendek katun pria, sabun detergen buuk, kangkung, ikan nila, telepon seluler, tembakau, minuman ringan, dan sabun cair/cuci piring. ( swisma)

Recent Posts